Hai sobat monggo, salam monggo....
pada postingan kali ini saya akan membahas tentang hal yang sering dialami para kaum hawa, khususnya pada saat haid/ datang bulan, yaitu " nyeri haid " nah sobat monggo pastinya udah pernah ngerasain kan? tp mungkin diantara kalian masih ada yang belum tau gimana sih cara mengatasi nyeri haid.yuk sobat monggo kita saling bertukar pengetahuan, semoga bermanfaat...
Bagi wanita yang udah dewasa, haid emang jadi hal yang seharusnya terjadi. Justru kalo nggak haid, itu perlu dipertanyakan. Haid atau menstruasi merupakan pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan. Haid pertama kali dialami oleh wanita pada umur yang beragam yaitu mulai dari 9 sampai 14 tahun. Lamanya masa haid setiap bulannya adalah antara 3-7 hari dengan siklus ±28 hari. Jika haid berlangsung lebih dari 10 hari maka perlu diwaspadai adanya masalah ovulasi atau kondisi medis lainnya. Dan jika haid sering terlambat atau tidak teratur, berarti telah terjadi keabnormalan pada siklus haid.
Beberapa hari sebelum dan saat haid, biasanya disertai dengan nyeri haid. Nyeri haid (dysmenorrhoea) adalah rasa nyeri atau sakit yang timbul sewaktu akan haid atau selama haid, dengan gejala seperti mulas pada perut bagian bawah sampai pinggang dan paha. Nyeri haid merupakan gangguan ginekologi yang umum dialami oleh wanita. Gejala-gejala nyeri haid di antaranya yaitu : rasa sakit datang secara tidak teratur, tajam dan kram di bagian bawah perut yang biasanya menyebar ke bagian belakang, terus ke kaki, pangkal paha dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita).
Rasa sakit menstruasi juga diikuti dengan premenstruasi sindrom yaitu sekumpulan gejala bervariasi yang muncul antara 7 hingga 14 hari sebelum masa haid dimulai dan biasanya berhenti saat haid mulai. Gejala-gejala tersebut meliputi tingkah laku seperti kegelisahan, defresi, iritabilitas/ sensitif, lekas marah, gangguan tidur, kelelahan, lemah, mengidam makanan dan kadang-kadang perubahan suasana hati yang sangat cepat. Selain itu juga keluhan fisik seperti payudara terasa sakit atau membengkak, perut kembung atau sakit, sakit kepala, sakit sendi, sakit punggung, mual, muntah, diare atau sembelit, dan masalah kulit seperti jerawat.
Rasa nyeri tersebut dapat merupakan gangguan primer atau merupakan gangguan sekunder dari berbagai jenis penyakit. Nyeri haid yang disebabkan gangguan primer cukup sering terjadi, biasanya timbul setelah dimulainya menstruasi pertama dan sering kali hilang setelah hamil atau dengan meningkatnya umur wanita. Kemungkinan penyebabnya merupakan hasil dari peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus, jenis sakit haid ini banyak menyerang remaja dan berlangsung sampai dewasa.
Nyeri haid yang disebabkan oleh gangguan sekunder biasanya terjadi pada wanita yang lebih tua yang sebelumnya tidak mengalami nyeri. Biasanya rasa sakit tersebut berhubungan dengan gangguan ginekologis seperti endometriosis, penyempitan serviks, malposisi uterus, penyakit radang panggul, dan tumor dari rongga panggul. Oleh karena itu, untuk mengatasinya harus diketahui secara pasti apa penyebabnya, sehingga dapat diambil langkah-langkah medis yang tepat.
Berikut ini adalah beberapa masalah seputar menstruasi yang kerap dialami oleh wanita:
1. Menstruasi yang menyakitkan
Nyeri saat menstruasi disebut dengan (dysmenorrhoea) yang menimbulkan ketidaknyamanan ringan hingga berat dan kadang disertai dengan mual serta muntah. Kondisi ini ada yang primer dna sekunder. Dysmenorrhoea primer terjadi ketika ada peningkatan sensitifitas terhadap prostaglandin yang menyebabkan kontraksi dari otot-otot rahim atau mioterium, sedangkan dysmenorrhoea sekunder terajdi ketika ada penyebab patologis seperti endometriosis.
2. Menstruasi yang tidak teratur
Kondisi ini disebut dengan oligomennorhoea yang biasanya terjadi pada 2-3 tahun pertama menstruasi, setelah melahirkan, keguguran atau menejalng menopause. Hal ini bisa membuat seseorang sulit memprediksi masa ovulasi (masa subur). Oligomennorhoea bisa disebabkan stres, mulai menggunakan kontrasepsi, sindrom ovarium polisiklik (meneybabkan kista kecil yang tumbuh di indung telur), perubahan pola makan, ketidakseimbangan hormonal atau kehamilan ektopik.
3. Amenore
Amenore adalah tidak ada menstruasi. Istilah ini digunakan untuk perempuan yang belum mulai menstruasi setelah usia 15 tahun (amenore primer) dan yang berhenti menstruasi selama 3 bulan, padahal sebelumnya pernah menstruasi (amenore sekunder). Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan hormon atau masalah pertumbuhan. Amenore sekunder dapat disebabkan oleh rendahnya hormon pelepas gonadotropin (pengatur siklus haid), stres, anoreksia, penurunan berat badan yang ekstrem, gangguan tiroid, olahraga berat, pil KB, dan kista ovarium.
4. Sindrom Pramenstruasi (PMS)
Sindrom pramenstruasi (PMS) adalah sekelompok gejala fisik, emosi, dan perilaku yang umumnya terjadi pada minggu terakhir fase luteal (seminggu sebelum haid). Gejala biasanya tidak dimulai sampai 13 hari sebelum siklus, dan selesai dalam waktu 4 hari setelah perdarahan dimulai. Beberapa gejala PMS yang sering dirasakan:
* Payudara menjadi lembut dan bengkak
* Depresi, mudah tersinggung, murung dan emosi labil (mood swing)
* Tidak tertarik seks (libido menurun)
* Jerawat berkala
* Perut kembung atau kram
* Sakit kepala atau sakit persendian
* Sulit tidur
* Sulit buang air besar (BAB)
5. Menoragia (menstruasi berat)
Menoragia adalah istilah medis untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan. Dalam satu siklus menstruasi normal, perempuan rata-rata kehilangan sekitar 30 ml darah selama sekitar 7 hari haid. Bila perdarahan melampaui 7 hari atau terlalu deras (melebihi 80 ml), maka dikategorikan menoragia. Penyebab utama menoragia adalah ketidakseimbangan jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika tubuh membuang endometrium melalui menstruasi, perdarahan menjadi parah. Menoragia juga bisa disebabkan oleh gangguan tiroid, penyakit darah, dan peradangan/infeksi pada vagina atau leher rahim.
6. Perdarahan abnormal
Perdarahan vagina abnormal (di luar menstruasi ) antara lain:
* Pendarahan di antara periode menstruasi
* Pendarahan setelah berhubungan seks
* Perdarahan setelah menopause
Perdarahan abnormal disebabkan banyak hal. Dokter Anda mungkin memulai dengan memeriksa masalah yang paling umum dalam kelompok usia Anda. Masalah serius seperti fibroid uterus, polip, atau bahkan kanker dapat menjadi sebab perdarahan abnormal. Baik pada remaja maupun wanita menjelang menopause, perubahan hormon dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur.
Untuk mengatasi nyeri haid, dapat dilakukan melalui gerakan fisik maupun dari asupan makanan. Namun jika keduanya dikombinasi, hasilnya tentu akan lebih baik. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan mengurangi nyeri pada saat menstruasi:
* Tempelkan botol yang berisi air panas atau bantalan yang hangat pada daerah perut.
* Lakukan pemijatan pada daerah perut secara perlahan-lahan.
* Cobalah untuk tidur terlentang dengan kaki/lutut diganjal dengan bantal.
* Lakukan olahraga ringan seperti senam, jalan kaki ataupun bersepeda pada saat sebelum dan selama haid, hal ini dapat membantu memperlancar aliran darah pada otot sekitar rahim sehingga nyeri dapat diatasi atau berkurang.
Dari segi asupan makanan, ada beberapa trik yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri yang datang pada saat haid, diantaranya:
* Mengurangi makanan gurih
Hindari makanan yang bersifat gurih atau asin, seperti kentang goreng, kacang-kacangan, atau makanan berbumbu lainnya. Kandungan garam yang tinggi dalam tubuh akan mempercepat proses pelepasan air berlebih di dalam tubuh, sehingga tubuh cepat lemas.
* Menambah konsumsi serat
Serat dari sayuran dan buah-buahan bisa membantu mengurangi keluhan haid. Pisang, misalnya, mengandung vitamin B6 yang mampu mengurangi gejala PMS seperti payudara yang menegang, retensi air, dan mood yang berubah-ubah. Sedangkan nenas, kaya akan vitamin A, B, dan C, serta mangan. Mineral ini telah terbukti mampu meningkatkan mood dan mengurangi retensi air, sehingga Anda terbebas dari problem perut kembung.
* Memperbanyak minum air putih
Hindari minum terlalu banyak gula, kafein, cokelat, dan es. Kondisi dingin dalam tubuh tidak baik untuk aliran darah. Sebaiknya minum air putih hangat untuk memperlancar aliran darah.
* Mengonsumsi zat besi
Saat haid , kita kehilangan 12-15 mg elemen zat besi. Karena itu, saat menstruasi Anda perlu minum vitamin penambah darah. Selain dengan mengonsumsi vitamin, Anda bisa memenuhi kebutuhan zat besi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Beberapa jenis makanan yang mengandung zat besi adalah daging sapi, kambing, ayam, ikan, ikan tuna, telur, oatmeal, serta berbagai sayuran berwarna hijau.
* Konsumsi vitamin C
Untuk memperkuat daya tahan tubuh, sebaiknya tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C. Selain jeruk, nenas, mangga, atau pepaya, sumber vitamin C ada pada strawberry, brokoli, semangka, kembang kol, kubis, dan tomat.
1 komentar:
terimakasih banyak untuk infonya, :)
http://obatasliindonesia.com/obat-herbal-nyeri-haid-terbaik/
Posting Komentar