Carlo Ancelotti: Kepergian Bintang Mestinya Jadi Motivasi AC Milan
Kepergian para pilar di musim panas tak boleh dijadikan alasan hasil buruk oleh Milan. Sebaliknya, justru harus digunakan sebagai pelecut motivasi.
Satu lagi figur eks AC Milan mengaku terkejut dengan raihan buruk I Rossoneri di awal musim ini.
Dalam lima laga kompetitif perdana, empat di Serie A dan satu di Liga Champions, skuat Massimiliano Allegri telah tiga kali menelan kekalahan.
Pada laga pamungkas, Si Merah-Hitam tumbang dengan skor 2-1 di markas Udinese, akhir pekan lalu. “Saya memahami kesulitan yang sedang dialami Milan, meskipun saya awalnya tak berpikir hasil-hasil tersebut akan datang,” ungkap Carlo Ancelotti, mantan pemain dan pelatih Milan yang kini menukangi Paris Saint-Germain, kepada program televisi Undici.
“Saya tak menduga start musim seperti itu dari Milan walau mereka telah ditinggal banyak pemain. Saya tak hanya membicarakan tentang Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva [yang diboyong Ancelotti ke PSG].”
“Pippo Inzaghi pensiun, sementara Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso, dan Clarence Seedorf hengkang...”
Kubu San Siro memang kerap berdalih krisis hasil terjadi lantaran tim ditinggal para pilar musim panas lalu, namun Ancelotti tak sepakat. Ia berargumen hal tersebut justru harus digunakan sebagai pelecut motivasi.
“Bagaimanapun, Anda harus menyingkirkan alasan soal banyak pemain yang pergi tersebut. Itu seharusnya menjadi faktor pembangkit motivasi.”
“Para pemain harus ingat apa yang direpresentasikan oleh seragam Milan. Di saat seperti ini hal terpenting adalah kekuatan dan keyakinan,” tandas Carletto.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar