SELAMAT IDUL FITRI "gus mus"
SELAMAT IDUL FITRI
selamat idul fitri, bumi
maafkan kami
selama ini
tidak semena-mena
kami memerkosamu
selamat idul fitri, langit
maafkan kami
selama ini
tidak henti-hentinya
kami mengelabukanmu
selamat idul fitri, mentari
maafkan kami
selama ini
tidak bosan-bosan
kami mengaburkanmu
selamat idul fitri, laut
maafkan kami
selama ini
tidak segan-segan
kami mengeruhkanmu
selamat idul fitri, burung-burung
maafkan kami
selama ini
tidak putus-putus
kami membrangusmu
selamat idul fitri, tetumbuhan
maafkan kami
selama ini
tidak puas-puas
kami menebasmu
selamat idul fitri, para pemimpin
maafkan kami
selama ini
tidak habis-habis
kami membiarkanmu
selamat idul fitri, rakyat
maafkan kami
selama ini
tidak sudah-sudah
kami mempergunakanmu.
"GUS MUS"
selamat idul fitri, bumi
maafkan kami
selama ini
tidak semena-mena
kami memerkosamu
selamat idul fitri, langit
maafkan kami
selama ini
tidak henti-hentinya
kami mengelabukanmu
selamat idul fitri, mentari
maafkan kami
selama ini
tidak bosan-bosan
kami mengaburkanmu
selamat idul fitri, laut
maafkan kami
selama ini
tidak segan-segan
kami mengeruhkanmu
selamat idul fitri, burung-burung
maafkan kami
selama ini
tidak putus-putus
kami membrangusmu
selamat idul fitri, tetumbuhan
maafkan kami
selama ini
tidak puas-puas
kami menebasmu
selamat idul fitri, para pemimpin
maafkan kami
selama ini
tidak habis-habis
kami membiarkanmu
selamat idul fitri, rakyat
maafkan kami
selama ini
tidak sudah-sudah
kami mempergunakanmu.
"GUS MUS"
Kamis, 16 Agustus 2012
|
By:
moNggodipunbukak.blogspot
ketika mas Gagah pergi "helvi tiana rosa"
Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunyaitubenar-benarberubah!
Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata,ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.
Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat.Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.
Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tuadanadikkakakteman-temankumenyukaisosoknya.
"Kakakkamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"
"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"
"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"
Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.
Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?
"Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius.
Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!
Itulah Mas Gagah!
Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah! Drastis! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana…
"Mas Gagah! Mas! Mas Gagaaaaaahhh!" teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras. Tak ada jawaban. Padahal kata Mama, Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa Arab gundul. Tak bisa kubaca. Tetapi aku bisa membaca artinya: Jangan masuk sebelum memberi salam!
"Assalaamu’alaikum!"seruku.
Pintu kamar terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.
"Wa alaikummussalaam warohmatullahi wabarokatuh. Ada apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?" tanyanya.
"Matiin kasetnya!"kataku sewot.
"Lho memangnya kenapa?"
"Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah! Memangnya kita orang Arab…, masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!" aku cemberut.
"Ini Nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita!"
"Bodo!"
"Lho, kamar ini kan daerah kekuasaannya Mas. Boleh Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri," kata Mas Gagah sabar. "Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek.., Mama bingung. Jadinya ya dipasang di kamar."
"Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru…,eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!"
"Mas kan pasang kasetnya pelan-pelan…"
"Pokoknya kedengaran!"
"Ya, wis. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus lho!"
"Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!" Aku ngeloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah.
Heran. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Ke mana kaset-kaset Scorpion, Wham, Elton John, Queen, Eric Claptonnya?"
"Wah, ini nggak seperti itu Gita! Dengerin Scorpion atau Eric Clapton belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lainlah ya dengan nasyid senandung islami. Gita mau denger? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok!" begitu kata Mas Gagah.
Oala.
Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak Cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma adik kecilnya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya.
Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Shalat tepat waktu berjamaah di Mesjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip dari lubang kunci, ia pasti lagi ngaji atau membaca buku Islam. Dan kalau aku mampir ke kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya "Ayo dong Gita, lebih feminim. Kalau kamu mau pakai rok, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah kan harus anggun. Coba adik manis, ngapain sih rambut ditrondolin begitu!"
Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! Mas Gagah juga tidak pernah keberatan kalau aku meminjam baju kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu selalu memanggilku Gito, bukan Gita! Eh sekarang pakai panggil adik manis segala!
Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga Mama menegurnya.
"Penampilanmu kok sekarang lain Gah?"
"Lain gimana Ma?"
"Ya nggak semodis dulu. Nggak dendy lagi. Biasanya kamu kan paling sibuk sama penampilan kamu yang kayak cover boy itu…"
Mas Gagah cuma senyum. "Suka begini Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun."
Ya, dalam pandanganku Mas Gagah kelihatan menjadi lebih kuno, dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semi baggy-nya. "Jadi mirip Pak Gino." Komentarku menyamakannya dengan supir kami. "Untung aja masih lebih ganteng."
Mas Gagah cuma tertawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu. Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama dan bercanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah kebingungan.
Dan..yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?"
"Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"
"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"
Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"
Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"
Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."
Mas Gagah tersenyum.
"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…," kataku.
"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"
Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.
Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius malah. Umurnya baru dua puluh satu tahun tetapi sudah tingkat empat di FT-UI. Dan aku yakin mata batinnya jernih dan tajam. Hanya…yaaa akhir-akhir ini dia berubah. Itu saja. Kutarik napas dalam-dalam.
"Mau kemana Gita?"
"Nonton sama temen-temen." Kataku sambil mengenakan sepatu."Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya."
"Ikut Mas aja yuk!"
"Ke mana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah. Gita kayak orang bego di sana!"
Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu lalu Mas Gagah mengajak aku ke rumah temannya. Ada pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tablig akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku diliatin sama cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya aku ke sana dengan memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang tidak bisa disembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa Mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut.
"Assalamualaikum!" terdengar suara beberapa lelaki. Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman Mas Gagah. Masuk, lewat, nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku…, persis kelakuannya Mas Gagah.
"Lewat aja nih, Gita nggak dikenalin?"tanyaku iseng.
Dulu nggak ada teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah bahkan nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome. Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. "Ssssttt."
Seperti biasa aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal keislaman, diskusi, belajar baca Quran atau bahasa Arab… yaa begitu deh!
"Subhanallah, berarti kakak kamu ihkwan dong!" Seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah hampir sebulan berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.
"Ikhwan?’ ulangku. "Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?" Suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami.
"Husy, untuk laki-laki ikhwan dan untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita." Ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. "Kamu tahu Hendra atau Isa kan? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini."
Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah.
"Udah deh Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji. Insya Allah kamu akan tahu menyeluruh tentang agama kita ini. Orang-orang seperti Hendra, Isa atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Kitanya aja yang belum ngerti dan sering salah paham."
Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku ia menjelma begitu dewasa.
"Eh kapan kamu main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat Gita…mesti kita mempunyai pandangan yang berbeda, " ujar Tika tiba-tiba.
"Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah…" kataku jujur. "Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih…"
Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin." Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk, biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan dengan Mbak Ana.
"Mbak Ana?"
"Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amerika malah pakai jilbab. Ajaib. Itulah hidayah.
"Hidayah."
"Nginap ya. Kita ngobrol sampai malam dengan Mbak Ana!"
"Assalaamualaikum, Mas ikhwan.. eh Mas Gagah!" tegurku ramah.
‘Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!" Kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku.
"Dari rumah Tika, teman sekolah, "jawabku pendek. "Lagi ngapain, Mas?"tanyaku sambil mengitari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, gambar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan Bosnia. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak koleksi buku keislaman…
"Cuma lagi baca!"
"Buku apa?"
"Tumben kamu pingin tahu?"
"Tunjukkin dong, Mas…buku apa sih?"desakku.
"Eiit…eiitt Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya. Kugelitik kakinya. Dia tertawa dan menyerah. "Nih!"serunya memperlihatkan buku yang tengah dibacanya dengan wajah yang setengah memerah.
"Naah yaaaa!"aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku "Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam" itu.
"Maaas…"
"Apa Dik Manis?"
"Gita akhwat bukan sih?"
"Memangnya kenapa?"
"Gita akhwat atau bukan? Ayo jawab…" tanyaku manja.
Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara padaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami umatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu menjadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal-lainnya. Dan untuk pertamakalinya setelah sekian lama, aku kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.
Mas Gagah dengan semangat terus bicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya.
"Mas kok nangis?"
"Mas sedih karena Allah, Rasul dan Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena umat banyak meninggalkan Quran dan sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas bersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais makanan di jalan dan tidur beratap langit."
Sesaat kami terdiam. Ah Mas Gagah yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli…
"Kok tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?" Tanya Mas Gagah tiba-tiba.
"Gita capek marahan sama Mas Gagah!" ujarku sekenanya.
"Memangnya Gita ngerti yang Mas katakan?"
"Tenang aja. Gita ngerti kok!" kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan demikian. Aku ngerti deh meskipun tidak begitu mendalam.
Malam itu aku tidur ditemani buku-buku milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah.
Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi seperti dulu. Meski aktifitas yang kami lakukan bersama kini berbeda dengan yang dulu. Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum, atau ke tempat-tempat di mana tablig akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah. Kadang-kadang, bila sedikit terpaksa, Mama dan Papa juga ikut.
"Apa nggak bosan, Pa…tiap Minggu rutin mengunjungi relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?" tegurku.Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, "Iya deh, iya!"
Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung, soalnya pengantinnya nggak bersanding tetapi terpisah. Tempat acaranya juga begitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu juga diberi risalah nikah. Di sana ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tidak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran. Harus Islami dan semacamnya. Ia juga mewanti-wanti agar aku tidak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek. Aku nyengir kuda.
Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku, soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan. "Nyoba pakai jilbab. Git!" pinta Mas Gagah suatu ketika. "Lho, rambut Gita kan udah nggak trondol. Lagian belum mau deh jreng.
Mas Gagah tersenyum. "Gita lebih anggun jika pakai jilbab dan lebih dicintai Allah kayak Mama."
Memang sudah beberapa hari ini Mama berjilbab, gara-garanya dinasihati terus sama Mas Gagah, dibeliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin oleh teman-teman pengajian beliau.
"Gita mau tapi nggak sekarang," kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku, prospek masa depan dan semacamnya.
"Itu bukan halangan." Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku. Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu cepat sekali terpengaruh dengan Mas Gagah.
"Ini hidayah, Gita." Kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.
"Hidayah? Perasaan Gita duluan yang dapat hidayah, baru Mama. Gita pakai rok aja udah hidayah.
"Lho! " Mas Gagah bengong.
Dengan penuh kebanggaan kutatap lekat wajah Mas Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara studi tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya. Aku yang berada di antara ratusan peserta rasanya ingin berteriak, "Hei itu kan Mas Gagah-ku!"
Mas Gagah tampil tenang. Gaya penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa. Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Quran dan hadits. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung, "Lho Mas Gagah kok bisa sih?" Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yang dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar.
Pada kesempatan itu Mas Gagah berbicara tentang Muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi. "Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana takwa, sebagai identitas Muslimah, diragukan bahkan oleh para muslimah kita, oleh orang Islam itu sendiri, " kata Mas Gagah. Mas Gagah terus bicara. Kini tiap katanya kucatat di hati.
Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan cara memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga. Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdallah.
Aku mau kasih kejutan kepada Mas Gagah. Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapkan tasyakuran ulang tahun ketujuh belasku. Kubayangkan ia akan terkejut gembira. Memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberi ceramah pada acara syukuran yang insya Allah akan mengundang teman-teman dan anak-anak yatim piatu dekat rumah kami.
"Mas ikhwan! Mas Gagah! Maasss! Assalaamualaikum! Kuketuk pintu Mas Gagah dengan riang.
"Mas Gagah belum pulang. "kata Mama.
"Yaaaaa, kemana sih, Ma??" keluhku.
"Kan diundang ceramah di Bogor. Katanya langsung berangkat dari kampus…"
"Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam Minggu kan suka nginep di rumah temannya, atau di Mesjid. "
"Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah ingat ada janji sama Gita hari ini." Hibur Mama menepis gelisahku.
Kugaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali sama Mas Gagah.
"Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh!" Mama tertawa. Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama.
Sudah lepas Isya’ Mas Gagah belum pulang juga.
"Mungkin dalam perjalanan. Bogor kan lumayan jauh.." hibur Mama lagi.
Tetapi detik demi detik menit demi menit berlalu sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga.
"Nginap barangkali, Ma." Duga Papa.
Mama menggeleng. "Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, Pa."
Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jilbab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya.
"Kriiiinggg!" telpon berdering.
Papa mengangkat telpon,"Hallo. Ya betul. Apa? Gagah?"
"Ada apa, Pa." Tanya Mama cemas.
"Gagah…kecelakaan…Rumah Sakit Islam…" suara Papa lemah.
"Mas Gagaaaaahhhh " Air mataku tumpah. Tubuhku lemas. Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah.
Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Kaki, tangan dan kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika sedang Mas Gagah kritis. Dokter melarang kami masuk ke dalam ruangan.
" Tetapi saya Gita adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau melihat saya pakai jilbab ini." Kataku emosi pada dokter dan suster di depanku.
Mama dengan lebih tenang merangkulku. "Sabar sayang, sabar."
Di pojok ruangan Papa dengan serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.
"Suster, Mas Gagah akan hidup terus kan, suster? Dokter? Ma?" tanyaku. "Papa, Mas Gagah bisa ceramah pada acara syukuran Gita kan?" Air mataku terus mengalir.
Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding-dinding putih rumah sakit. Dan dari kaca kamar, tubuh yang biasanya gagah dan enerjik itu bahkan tak bergerak.
"Mas Gagah, sembuh ya, Mas…Mas..Gagah, Gita udah menjadi adik Mas yang manis. Mas..Gagah…" bisikku.
Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah…Gita, Mama, Papa butuh Mas Gagah…umat juga."
Tak lama Dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. "Ia sudah sadar dan memanggil nama Papa, Mama dan Gi.."
"Gita…" suaraku serak menahan tangis.
Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya sesuai permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya…lukanya terlalu parah." Perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!.
"Mas…ini Gita Mas.." sapaku berbisik.
Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu. Kudekatkan wajahku kepadanya. "Gita sudah pakai jilbab, kataku lirih. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya."
Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.
"Dzikir…Mas." Suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat tubuh Mas Gagah yang separuhnya memakai perban. Wajah itu begitu tenang.
"Gi..ta…" Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali.
"Gita di sini, Mas…" Perlahan kelopak matanya terbuka.
"Aku tersenyum."Gita…udah pakai…jilbab…" kutahan isakku. Memandangku lembut Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdallah.
"Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…" ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.
Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tidak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali. Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan tampaknya Mas Gagah menginginkan kami semua berkumpul.
Kian lama kurasakan tubuh Mas gagah semakin pucat, tetapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia masih bisa mendengar apa yang kami katakan, meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.
Kuusap setitik lagi air mata yang jatuh. "Sebut nama Allah banyak-banyak…Mas," kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup, tetapi sebagai insan beriman sebagaimana yang juga diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.
"Laa…ilaaha…illa..llah…Muham…mad Ra..sul …Allah… suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk bisa kami dengar.
Mas Gagah telah kembali kepada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi. Selamat jalan Mas Gagah.
Epilog:
Kubaca berulang kali kartu ucapan Mas Gagah. Keharuan memenuhi rongga-rongga dadaku. Gamis dan jilbab hijau muda, manis sekali. Akh, ternyata Mas Gagah telah mempersiapkan kado untuk hari ulang tahunku. Aku tersenyum miris.
Kupandangi kamar Mas Gagah yang kini lengang. Aku rindu panggilan dik manis, aku rindu suara nasyid. Rindu diskusi-diskusi di kamar ini. Rindu suara merdu Mas Gagah melantunkan kalam Illahi yang selamanya tiada kan kudengar lagi. Hanya wajah para mujahid di dinding kamar yang menatapku. Puisi-puisi sufistik yang seolah bergema d iruangan ini.
Setitik air mataku jatuh lagi.
"Mas, Gita akhwat bukan sih?"
"Ya, insya Allah akhwat!"
"Yang bener?"
"Iya, dik manis!"
"Kalau ikhwan itu harus ada janggutnya, ya?!"
"Kok nanya gitu sih?"
"Lha, Mas Gagah kan ada janggutnya?"
"Ganteng kan?"
"Uuuuu! Eh, Mas, kita kudu jihad ya?" Jihad itu apa sih?"
"Ya always dong, jihad itu…"
Setetes, dua tetes air mataku kian menganak sungai. Kumatikan lampu. Kututup pintu kamarnya pelan-pelan. Selamat jalan Mas Ikhwan!Selamat jalan Mas Gagah!
Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi, Semoga memperoleh umur yang berkah, Dan jadilah muslimah sejati Agar Allah selalu besertamu. Sunsayang, Mas Ikhwan, eh Mas Gagah!
Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata,ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.
Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat.Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.
Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tuadanadikkakakteman-temankumenyukaisosoknya.
"Kakakkamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"
"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"
"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"
Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.
Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?
"Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius.
Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!
Itulah Mas Gagah!
Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah! Drastis! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana…
"Mas Gagah! Mas! Mas Gagaaaaaahhh!" teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras. Tak ada jawaban. Padahal kata Mama, Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa Arab gundul. Tak bisa kubaca. Tetapi aku bisa membaca artinya: Jangan masuk sebelum memberi salam!
"Assalaamu’alaikum!"seruku.
Pintu kamar terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.
"Wa alaikummussalaam warohmatullahi wabarokatuh. Ada apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?" tanyanya.
"Matiin kasetnya!"kataku sewot.
"Lho memangnya kenapa?"
"Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah! Memangnya kita orang Arab…, masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!" aku cemberut.
"Ini Nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita!"
"Bodo!"
"Lho, kamar ini kan daerah kekuasaannya Mas. Boleh Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri," kata Mas Gagah sabar. "Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek.., Mama bingung. Jadinya ya dipasang di kamar."
"Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru…,eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!"
"Mas kan pasang kasetnya pelan-pelan…"
"Pokoknya kedengaran!"
"Ya, wis. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus lho!"
"Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!" Aku ngeloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah.
Heran. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Ke mana kaset-kaset Scorpion, Wham, Elton John, Queen, Eric Claptonnya?"
"Wah, ini nggak seperti itu Gita! Dengerin Scorpion atau Eric Clapton belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lainlah ya dengan nasyid senandung islami. Gita mau denger? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok!" begitu kata Mas Gagah.
Oala.
Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak Cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma adik kecilnya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya.
Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Shalat tepat waktu berjamaah di Mesjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip dari lubang kunci, ia pasti lagi ngaji atau membaca buku Islam. Dan kalau aku mampir ke kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya "Ayo dong Gita, lebih feminim. Kalau kamu mau pakai rok, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah kan harus anggun. Coba adik manis, ngapain sih rambut ditrondolin begitu!"
Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! Mas Gagah juga tidak pernah keberatan kalau aku meminjam baju kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu selalu memanggilku Gito, bukan Gita! Eh sekarang pakai panggil adik manis segala!
Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga Mama menegurnya.
"Penampilanmu kok sekarang lain Gah?"
"Lain gimana Ma?"
"Ya nggak semodis dulu. Nggak dendy lagi. Biasanya kamu kan paling sibuk sama penampilan kamu yang kayak cover boy itu…"
Mas Gagah cuma senyum. "Suka begini Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun."
Ya, dalam pandanganku Mas Gagah kelihatan menjadi lebih kuno, dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semi baggy-nya. "Jadi mirip Pak Gino." Komentarku menyamakannya dengan supir kami. "Untung aja masih lebih ganteng."
Mas Gagah cuma tertawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu. Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama dan bercanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah kebingungan.
Dan..yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?"
"Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"
"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"
Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"
Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"
Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."
Mas Gagah tersenyum.
"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…," kataku.
"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"
Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.
Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius malah. Umurnya baru dua puluh satu tahun tetapi sudah tingkat empat di FT-UI. Dan aku yakin mata batinnya jernih dan tajam. Hanya…yaaa akhir-akhir ini dia berubah. Itu saja. Kutarik napas dalam-dalam.
"Mau kemana Gita?"
"Nonton sama temen-temen." Kataku sambil mengenakan sepatu."Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya."
"Ikut Mas aja yuk!"
"Ke mana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah. Gita kayak orang bego di sana!"
Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu lalu Mas Gagah mengajak aku ke rumah temannya. Ada pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tablig akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku diliatin sama cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya aku ke sana dengan memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang tidak bisa disembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa Mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut.
"Assalamualaikum!" terdengar suara beberapa lelaki. Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman Mas Gagah. Masuk, lewat, nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku…, persis kelakuannya Mas Gagah.
"Lewat aja nih, Gita nggak dikenalin?"tanyaku iseng.
Dulu nggak ada teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah bahkan nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome. Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. "Ssssttt."
Seperti biasa aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal keislaman, diskusi, belajar baca Quran atau bahasa Arab… yaa begitu deh!
"Subhanallah, berarti kakak kamu ihkwan dong!" Seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah hampir sebulan berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.
"Ikhwan?’ ulangku. "Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?" Suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami.
"Husy, untuk laki-laki ikhwan dan untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita." Ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. "Kamu tahu Hendra atau Isa kan? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini."
Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah.
"Udah deh Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji. Insya Allah kamu akan tahu menyeluruh tentang agama kita ini. Orang-orang seperti Hendra, Isa atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Kitanya aja yang belum ngerti dan sering salah paham."
Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku ia menjelma begitu dewasa.
"Eh kapan kamu main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat Gita…mesti kita mempunyai pandangan yang berbeda, " ujar Tika tiba-tiba.
"Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah…" kataku jujur. "Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih…"
Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin." Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk, biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan dengan Mbak Ana.
"Mbak Ana?"
"Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amerika malah pakai jilbab. Ajaib. Itulah hidayah.
"Hidayah."
"Nginap ya. Kita ngobrol sampai malam dengan Mbak Ana!"
"Assalaamualaikum, Mas ikhwan.. eh Mas Gagah!" tegurku ramah.
‘Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!" Kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku.
"Dari rumah Tika, teman sekolah, "jawabku pendek. "Lagi ngapain, Mas?"tanyaku sambil mengitari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, gambar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan Bosnia. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak koleksi buku keislaman…
"Cuma lagi baca!"
"Buku apa?"
"Tumben kamu pingin tahu?"
"Tunjukkin dong, Mas…buku apa sih?"desakku.
"Eiit…eiitt Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya. Kugelitik kakinya. Dia tertawa dan menyerah. "Nih!"serunya memperlihatkan buku yang tengah dibacanya dengan wajah yang setengah memerah.
"Naah yaaaa!"aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku "Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam" itu.
"Maaas…"
"Apa Dik Manis?"
"Gita akhwat bukan sih?"
"Memangnya kenapa?"
"Gita akhwat atau bukan? Ayo jawab…" tanyaku manja.
Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara padaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami umatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu menjadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal-lainnya. Dan untuk pertamakalinya setelah sekian lama, aku kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.
Mas Gagah dengan semangat terus bicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya.
"Mas kok nangis?"
"Mas sedih karena Allah, Rasul dan Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena umat banyak meninggalkan Quran dan sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas bersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais makanan di jalan dan tidur beratap langit."
Sesaat kami terdiam. Ah Mas Gagah yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli…
"Kok tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?" Tanya Mas Gagah tiba-tiba.
"Gita capek marahan sama Mas Gagah!" ujarku sekenanya.
"Memangnya Gita ngerti yang Mas katakan?"
"Tenang aja. Gita ngerti kok!" kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan demikian. Aku ngerti deh meskipun tidak begitu mendalam.
Malam itu aku tidur ditemani buku-buku milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah.
Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi seperti dulu. Meski aktifitas yang kami lakukan bersama kini berbeda dengan yang dulu. Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum, atau ke tempat-tempat di mana tablig akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah. Kadang-kadang, bila sedikit terpaksa, Mama dan Papa juga ikut.
"Apa nggak bosan, Pa…tiap Minggu rutin mengunjungi relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?" tegurku.Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, "Iya deh, iya!"
Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung, soalnya pengantinnya nggak bersanding tetapi terpisah. Tempat acaranya juga begitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu juga diberi risalah nikah. Di sana ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tidak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran. Harus Islami dan semacamnya. Ia juga mewanti-wanti agar aku tidak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek. Aku nyengir kuda.
Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku, soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan. "Nyoba pakai jilbab. Git!" pinta Mas Gagah suatu ketika. "Lho, rambut Gita kan udah nggak trondol. Lagian belum mau deh jreng.
Mas Gagah tersenyum. "Gita lebih anggun jika pakai jilbab dan lebih dicintai Allah kayak Mama."
Memang sudah beberapa hari ini Mama berjilbab, gara-garanya dinasihati terus sama Mas Gagah, dibeliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin oleh teman-teman pengajian beliau.
"Gita mau tapi nggak sekarang," kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku, prospek masa depan dan semacamnya.
"Itu bukan halangan." Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku. Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu cepat sekali terpengaruh dengan Mas Gagah.
"Ini hidayah, Gita." Kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.
"Hidayah? Perasaan Gita duluan yang dapat hidayah, baru Mama. Gita pakai rok aja udah hidayah.
"Lho! " Mas Gagah bengong.
Dengan penuh kebanggaan kutatap lekat wajah Mas Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara studi tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya. Aku yang berada di antara ratusan peserta rasanya ingin berteriak, "Hei itu kan Mas Gagah-ku!"
Mas Gagah tampil tenang. Gaya penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa. Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Quran dan hadits. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung, "Lho Mas Gagah kok bisa sih?" Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yang dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar.
Pada kesempatan itu Mas Gagah berbicara tentang Muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi. "Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana takwa, sebagai identitas Muslimah, diragukan bahkan oleh para muslimah kita, oleh orang Islam itu sendiri, " kata Mas Gagah. Mas Gagah terus bicara. Kini tiap katanya kucatat di hati.
Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan cara memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga. Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdallah.
Aku mau kasih kejutan kepada Mas Gagah. Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapkan tasyakuran ulang tahun ketujuh belasku. Kubayangkan ia akan terkejut gembira. Memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberi ceramah pada acara syukuran yang insya Allah akan mengundang teman-teman dan anak-anak yatim piatu dekat rumah kami.
"Mas ikhwan! Mas Gagah! Maasss! Assalaamualaikum! Kuketuk pintu Mas Gagah dengan riang.
"Mas Gagah belum pulang. "kata Mama.
"Yaaaaa, kemana sih, Ma??" keluhku.
"Kan diundang ceramah di Bogor. Katanya langsung berangkat dari kampus…"
"Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam Minggu kan suka nginep di rumah temannya, atau di Mesjid. "
"Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah ingat ada janji sama Gita hari ini." Hibur Mama menepis gelisahku.
Kugaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali sama Mas Gagah.
"Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh!" Mama tertawa. Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama.
Sudah lepas Isya’ Mas Gagah belum pulang juga.
"Mungkin dalam perjalanan. Bogor kan lumayan jauh.." hibur Mama lagi.
Tetapi detik demi detik menit demi menit berlalu sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga.
"Nginap barangkali, Ma." Duga Papa.
Mama menggeleng. "Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, Pa."
Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jilbab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya.
"Kriiiinggg!" telpon berdering.
Papa mengangkat telpon,"Hallo. Ya betul. Apa? Gagah?"
"Ada apa, Pa." Tanya Mama cemas.
"Gagah…kecelakaan…Rumah Sakit Islam…" suara Papa lemah.
"Mas Gagaaaaahhhh " Air mataku tumpah. Tubuhku lemas. Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah.
Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Kaki, tangan dan kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika sedang Mas Gagah kritis. Dokter melarang kami masuk ke dalam ruangan.
" Tetapi saya Gita adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau melihat saya pakai jilbab ini." Kataku emosi pada dokter dan suster di depanku.
Mama dengan lebih tenang merangkulku. "Sabar sayang, sabar."
Di pojok ruangan Papa dengan serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.
"Suster, Mas Gagah akan hidup terus kan, suster? Dokter? Ma?" tanyaku. "Papa, Mas Gagah bisa ceramah pada acara syukuran Gita kan?" Air mataku terus mengalir.
Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding-dinding putih rumah sakit. Dan dari kaca kamar, tubuh yang biasanya gagah dan enerjik itu bahkan tak bergerak.
"Mas Gagah, sembuh ya, Mas…Mas..Gagah, Gita udah menjadi adik Mas yang manis. Mas..Gagah…" bisikku.
Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah…Gita, Mama, Papa butuh Mas Gagah…umat juga."
Tak lama Dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. "Ia sudah sadar dan memanggil nama Papa, Mama dan Gi.."
"Gita…" suaraku serak menahan tangis.
Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya sesuai permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya…lukanya terlalu parah." Perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!.
"Mas…ini Gita Mas.." sapaku berbisik.
Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu. Kudekatkan wajahku kepadanya. "Gita sudah pakai jilbab, kataku lirih. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya."
Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.
"Dzikir…Mas." Suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat tubuh Mas Gagah yang separuhnya memakai perban. Wajah itu begitu tenang.
"Gi..ta…" Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali.
"Gita di sini, Mas…" Perlahan kelopak matanya terbuka.
"Aku tersenyum."Gita…udah pakai…jilbab…" kutahan isakku. Memandangku lembut Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdallah.
"Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…" ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.
Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tidak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali. Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan tampaknya Mas Gagah menginginkan kami semua berkumpul.
Kian lama kurasakan tubuh Mas gagah semakin pucat, tetapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia masih bisa mendengar apa yang kami katakan, meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.
Kuusap setitik lagi air mata yang jatuh. "Sebut nama Allah banyak-banyak…Mas," kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup, tetapi sebagai insan beriman sebagaimana yang juga diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.
"Laa…ilaaha…illa..llah…Muham…mad Ra..sul …Allah… suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk bisa kami dengar.
Mas Gagah telah kembali kepada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi. Selamat jalan Mas Gagah.
Epilog:
Kubaca berulang kali kartu ucapan Mas Gagah. Keharuan memenuhi rongga-rongga dadaku. Gamis dan jilbab hijau muda, manis sekali. Akh, ternyata Mas Gagah telah mempersiapkan kado untuk hari ulang tahunku. Aku tersenyum miris.
Kupandangi kamar Mas Gagah yang kini lengang. Aku rindu panggilan dik manis, aku rindu suara nasyid. Rindu diskusi-diskusi di kamar ini. Rindu suara merdu Mas Gagah melantunkan kalam Illahi yang selamanya tiada kan kudengar lagi. Hanya wajah para mujahid di dinding kamar yang menatapku. Puisi-puisi sufistik yang seolah bergema d iruangan ini.
Setitik air mataku jatuh lagi.
"Mas, Gita akhwat bukan sih?"
"Ya, insya Allah akhwat!"
"Yang bener?"
"Iya, dik manis!"
"Kalau ikhwan itu harus ada janggutnya, ya?!"
"Kok nanya gitu sih?"
"Lha, Mas Gagah kan ada janggutnya?"
"Ganteng kan?"
"Uuuuu! Eh, Mas, kita kudu jihad ya?" Jihad itu apa sih?"
"Ya always dong, jihad itu…"
Setetes, dua tetes air mataku kian menganak sungai. Kumatikan lampu. Kututup pintu kamarnya pelan-pelan. Selamat jalan Mas Ikhwan!Selamat jalan Mas Gagah!
Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi, Semoga memperoleh umur yang berkah, Dan jadilah muslimah sejati Agar Allah selalu besertamu. Sunsayang, Mas Ikhwan, eh Mas Gagah!
Senin, 13 Agustus 2012
|
By:
moNggodipunbukak.blogspot
CUACA EKSTRIM di ANGKASA LUAR
Selama beberapa dekade, astronom telah menggunakan teleskop untuk menguraikan kondisi atmosfer di planet yang jauh. Dan menyimpulkan fakta bahwa kita bersyukur telah tinggal di bumi ini.
1. Iron rain (Hujan Besi)
Disebut "bintang gagal", planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi.
Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan.
Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.
2. Dust Buster (Pelebur Debu)
Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu.
Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.
3. Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)
Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr.
Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.
4. Freeze Frame(rangka es)
Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.
5. Windy World (Dunia Angin)
Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi
6. Planet Popsicle (planet es)
Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).
7. Scarlet Rain (Hujan Merah)
Pada musim panas 2001, setidaknya 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India dan terus berlangsung selama hampir dua bulan bersama hujan. Ternyata benda merah berkarat ini termasuk partikel dari badai debu dan sel-sel biologis yang berasal dari luar angkasa (bakteri sejenis itu mksdnya).
Dalam edisi bulan April jurnal Astrophysics and Space Science, ilmuwan dari Mahatma Gandhi University melaporkan bahwa partikel memiliki penampilan sel-sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis, dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.
8. Methane Moon (Bulan Metana)
Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus "Titan". Dan mungkin "air" yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es.
9. Hot Crush (Panas Penghancur)
Sesuai namanya,. venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush).
Ilmuwan menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena adanya efek rumah kaca yang berlebihan dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus. Maka jadilah efek rumah kaca yang besar dan menyebabkan hal ini.
10. Serious Lightining (Petir Terparah)
Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat , dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi.
Badai petir yang membentang 2.175 mil (3.500 kilometer) dari utara ke selatan dan memancarkan suara radio yang sama dengan yang dihasilkan di bumi.
(apakabardunia.com)
1. Iron rain (Hujan Besi)
Disebut "bintang gagal", planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi.
Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan.
Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.
2. Dust Buster (Pelebur Debu)
Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu.
Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.
3. Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)
Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr.
Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.
4. Freeze Frame(rangka es)
Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.
5. Windy World (Dunia Angin)
Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi
6. Planet Popsicle (planet es)
Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).
7. Scarlet Rain (Hujan Merah)
Pada musim panas 2001, setidaknya 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India dan terus berlangsung selama hampir dua bulan bersama hujan. Ternyata benda merah berkarat ini termasuk partikel dari badai debu dan sel-sel biologis yang berasal dari luar angkasa (bakteri sejenis itu mksdnya).
Dalam edisi bulan April jurnal Astrophysics and Space Science, ilmuwan dari Mahatma Gandhi University melaporkan bahwa partikel memiliki penampilan sel-sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis, dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.
8. Methane Moon (Bulan Metana)
Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus "Titan". Dan mungkin "air" yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es.
9. Hot Crush (Panas Penghancur)
Sesuai namanya,. venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush).
Ilmuwan menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena adanya efek rumah kaca yang berlebihan dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus. Maka jadilah efek rumah kaca yang besar dan menyebabkan hal ini.
10. Serious Lightining (Petir Terparah)
Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat , dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi.
Badai petir yang membentang 2.175 mil (3.500 kilometer) dari utara ke selatan dan memancarkan suara radio yang sama dengan yang dihasilkan di bumi.
(apakabardunia.com)
GEBRAKAN MUSLIM MAMPU RUBAH GURUN JADI KOTA TANPA KARBON !
DUBAI (Berita SuaraMedia) – Di Abu Dhabi, terdapat sebuah wilayah yang begitu kosongnya dan hanya dipenuhi gurun dan angin lalu. Namun diperkirakan 10 tahun dari sekarang, jika semua terlaksana seperti yang direncanakan, kota sebesar enam kilometer per segi dipenuhi perumahan dengan 50.000 penduduk, 1.500 pengusaha, dan 40.000 pekerja akan memenuhi wilayah di Uni Emirat Arab tersebut – dan satu-satunya yang akan menjadi kota bebas karbon.
Proyek tersebut dinamakan Kota Masdar, berada di samping Bandara Abu Dhabi, dijalankan tanpa bensin atau minyak, sehingga akan mengurangi emisi yang ditimbulkan rumah kaca. Proyek tersebut merupakan proyek utama Uni Emirat Arab saat ini untuk mengurangi penggunaan minyak, dan diharapkan kedepannya semua kota akan menggunakan sistem tersebut.
Dalam sebuah contoh desain animasi terlihat jalanan yang diapit gedung-gedung megah dan perumahan. Meski terkesan modern, bangunan-bangunan tersebut tidak meninggalkan citra Timur Tengah yang mempesona.
Sebuah universitas ilmu pengetahuan dan teknologi, Masdar Institute of Science and Technology, juga direncanakan akan dibangun di wilayah tersebut.
Kota tersebut juga memiliki beberapa tujuan, diantaranya menjadi kota pertama yang bebas emisi dan karbon. Hal tersebut akan mengurangi kebutuhan masyarakat akan pendingin ruangan (AC).
Untuk menjalankan kota tersebut, panel-panel pembangkit listrik tenaga surya dan kincir sebagai pembangkit listrik tenaga angin akan memenuhi kebutuhan seluruh kota Masdar.
Tujuan lainnya adalah larangan kendaraan dalam kota tersebut, serta menggalakkan gerakan jalan kaki. Namun kendaraan elektrik bernama Personal Rapid Transit (PRT) juga tengah dikembangkan guna memenuhi kebutuhan manusia akan transportasi.
"PRT dapat menggantikan mobil anda," kata Scott McGuigan dari firma CH2M Hill yang bertanggung jawab terhadap perkembangan kota Masdar.
"PRT merupakan kendaraan untuk enam penumpang yang tentu saja menggunakan tenaga baterai," terangnya.
Kendaraan canggih tersebut menggunakan sistem seperti kereta, menggunakan rel yang menjangkau seluruh kota dengan sekitar 1.500 stasiun.
Untuk sistem perairan, kota tersebut direncanakan akan mendaur ulang sekitar 80 persen pemakaian air.
"Meski memerlukan waktu untuk memikirkannya, namun rencana ini akan berhasil," kata Peter Sharratt dari firma asal Inggris, WSP.
Ide tersebut disebut pemulihan irigasi, dimana air yang telah digunakan akan diolah kembali dengan menggunakan bantuan tanaman sebagai media daur ulang.
Tujuan yang tidak kalah briliannya adalah dengan mengubah pembuangan kota menjadi energi.
Meski tidak dapat dirubah sepenuhnya menjadi energi, pembuangan kota dapat menjadi salah satu sumber tenaga listrik. Kota tersebut juga akan mengurangi penggunaan plastik dan lebih mengutamakan materi berbahan alami.
Proyek tersebut dinamakan Kota Masdar, berada di samping Bandara Abu Dhabi, dijalankan tanpa bensin atau minyak, sehingga akan mengurangi emisi yang ditimbulkan rumah kaca. Proyek tersebut merupakan proyek utama Uni Emirat Arab saat ini untuk mengurangi penggunaan minyak, dan diharapkan kedepannya semua kota akan menggunakan sistem tersebut.
Dalam sebuah contoh desain animasi terlihat jalanan yang diapit gedung-gedung megah dan perumahan. Meski terkesan modern, bangunan-bangunan tersebut tidak meninggalkan citra Timur Tengah yang mempesona.
Sebuah universitas ilmu pengetahuan dan teknologi, Masdar Institute of Science and Technology, juga direncanakan akan dibangun di wilayah tersebut.
Kota tersebut juga memiliki beberapa tujuan, diantaranya menjadi kota pertama yang bebas emisi dan karbon. Hal tersebut akan mengurangi kebutuhan masyarakat akan pendingin ruangan (AC).
Untuk menjalankan kota tersebut, panel-panel pembangkit listrik tenaga surya dan kincir sebagai pembangkit listrik tenaga angin akan memenuhi kebutuhan seluruh kota Masdar.
Tujuan lainnya adalah larangan kendaraan dalam kota tersebut, serta menggalakkan gerakan jalan kaki. Namun kendaraan elektrik bernama Personal Rapid Transit (PRT) juga tengah dikembangkan guna memenuhi kebutuhan manusia akan transportasi.
"PRT dapat menggantikan mobil anda," kata Scott McGuigan dari firma CH2M Hill yang bertanggung jawab terhadap perkembangan kota Masdar.
"PRT merupakan kendaraan untuk enam penumpang yang tentu saja menggunakan tenaga baterai," terangnya.
Kendaraan canggih tersebut menggunakan sistem seperti kereta, menggunakan rel yang menjangkau seluruh kota dengan sekitar 1.500 stasiun.
Untuk sistem perairan, kota tersebut direncanakan akan mendaur ulang sekitar 80 persen pemakaian air.
"Meski memerlukan waktu untuk memikirkannya, namun rencana ini akan berhasil," kata Peter Sharratt dari firma asal Inggris, WSP.
Ide tersebut disebut pemulihan irigasi, dimana air yang telah digunakan akan diolah kembali dengan menggunakan bantuan tanaman sebagai media daur ulang.
Tujuan yang tidak kalah briliannya adalah dengan mengubah pembuangan kota menjadi energi.
Meski tidak dapat dirubah sepenuhnya menjadi energi, pembuangan kota dapat menjadi salah satu sumber tenaga listrik. Kota tersebut juga akan mengurangi penggunaan plastik dan lebih mengutamakan materi berbahan alami.
KISAH UMMU MA'BAD, SI WANITA TUA YANG MENYAKSIKAN MU'JIZAT RASUL
September 622 M. Secara diam-diam, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar RA, Amir bin Fahira dan seorang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqith bergegas meninggalkan Makkah menuju Madinah.
Duabelas tahun sudah Rasulullah menyebarkan agama Allah di kota Makkah, namun tekanan dari kafir Quraisy kian gencar.
Bahkan, kaum kafir Quraisy berniat untuk membunuh Rasulullah beserta sahabatnya yang telah masuk Islam. Guna menghindari kekejaman kafir Quraisy, Rasulullah pun kemudian hijrah ke kota Madinah.
Tanpa perbekalan yang memadai, Rasulullah berangkat menuju Madinah. Sebuah perjalanan yang tak mudah dan tak juga ringan.
Seperti diuraikan dalam buku Perempuanperempuan Mulia di Sekitar Rasulullah yang ditulis Muhammad Ibrahim Salim, di tengah perjalanan menuju kota Madinah, rombongan Rasulullah lewati sebuah kemah milik seorang wanita tua bernama Ummu Ma'bad di wilayah Qudaid -antara Makkah dan Madinah. Saat itu, Ummu Ma'bad sedang duduk di dekat kemahnya. Lantaran perbekalan yang minim, rombongan Rasulullah pun singgah ke kemah Ummu Ma'bad.
Rasulullah dan sahabatnya ingin membeli daging dan kurma dari Ummu Ma'bad. Namun, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Saat itu, wilayah Qudaid sedang didera musim paceklik. Lalu Rasulullah melihat seekor kambing yang ada di dekat kemah Ummu Ma'bad.
Rasulullah pun bertanya, "Kambing betina apa ini wahai Ummu Ma'bad?", Ummu Ma'bad menjawab, "kambing betina tua yang sudah ditinggalkan oleh kambing jantan." Rasulullah kembali bertanya, "Apakah ia masih mengeluarkan air susu?" Ummu Ma'bad menjawab, "Bahkan ia tak mengandung air susu sama sekali.'' Lalu Rasulullah meminta izin, "Bolehkah aku memerah air susunya?" Ummu Ma'bad menjawab, "Jika engkau merasa bisa memerahnya, maka silahkan lakukan.'' Nabi Muhammad SAW pun mengambil kambing tersebut dan tangannya mengusap kantong susunya dengan menyebut nama Allah dan mendo'akan Ummu Ma'bad pada kambingnya tersebut.
Tiba-tiba kambing itu membuka kedua kakinya dan keluarlah air susu dengan derasnya. Kemudian Rasulullah meminta sebuah wadah yang besar lalu beliau memerasnya sehingga penuh. Beliau memberi minum kepada Ummu Ma'bad hingga ia puas, lalu beliau memberi minum rombongannya hingga mereka pun puas.
Setelah itu beliau pun minum. Beliau kemudian memerah susu untuk kedua kalinya hingga wadah tersebut kembali penuh, lalu susu itu ditinggalkan di tempat Ummu Ma'bad dan beliau pun membai'atnya. Setelah itu rombongan pun berlalu.
Tak lama, datanglah suami Ummu Ma'bad dengan menggiring kambing yang kurus kering, berjalan sempoyongan karena lemahnya. Setelah melihat susu, ia bertanya keheranan, "Darimana air susu ini wahai Ummu Ma'bad? padahal kambing ini sudah lama tidak hamil dan kita pun tidak memiliki persediaan susu di rumah?" Ummu Ma'bad menjawab, "Demi Allah, bukan karena itu semua.
Sesungguhnya seseorang yang penuh berkah telah melewati (rumah kita), sifatnya begini dan begitu." Abu Ma'bad berkata, "Ceritakanlah kepadaku tentangnya wahai Ummu Ma'bad."
Ummu Ma'bad bertutur: "Aku melihat seorang yang tawadhu (rendah hati). Wajahnya bersinar berkilauan, baik budi pekertinya, dengan badannya yang tegap, indah dengan bentuk kepala yang pas sesuai bentuk tubuhnya.'' Ia adalah seorang yang berwajah sangat tampan. Matanya elok, hitam dan lebar, dengan alis dan bulu mata lebat nan halus. Suaranya bergema indah berwibawa, panjang lehernya idea, jenggot nya tumbuh tebal dan sangat kontras lagi sesuai warna rambutnya; rapi, rata pinggir-pinggirnya a (dengan jambangnya) dan antara rambut dan jenggotnya bersambung rapi.
Jika ia diam, nampaklah kewibawaannya. Jika ia berbicara nampaklah kehebatannya. Jika dilihat dari kejauhan, ia adalah orang yang paling bagus dan berwibawa. Jika dilihat dari dekat, ia adalah orang yang paling tampan, bicaranya gamblang, jelas, tidak banyak dan tidak pula sedikit. Nada bicaranya seperti untaian mutiara yang bergu guran.
Beliau berperawakan sedang, tidak tinggi dan tidak pula pendek. Ia bagaikan sebuah dahan di antara dua dahan. Diantara ketiga orang itu, penampilannya paling bagus dan kedudukannya paling tinggi. Ia memiliki banyak teman yang me ngelilinginya. Jika ia berbicara, maka yang lain pun mendengarkannya. Jika ia memerintah, maka mereka segera melaksanakannya. Ia adalah orang yang ditaati, tidak cemberut dan bicaranya tidak sembarangan.
Abu Ma'bad berkata, "Demi Allah, ia adalah seorang dari Quraisy yang sedang diperbincangkan di kalangan kami di kota Makkah. Aku ingin menjadi sahabatnya. Sungguh aku akan melakukannya jika aku bisa menemukan jalan untuk mendapatkannya."
Sungguh terperinci sifat sifat Rasulullah yang dituturkan Ummu Ma'bad. Kisah Ummu Ma'bad sangat masyhur, diriwayatkan dari banyak jalan yang saling menguatkan satu dengan lainnya.
Duabelas tahun sudah Rasulullah menyebarkan agama Allah di kota Makkah, namun tekanan dari kafir Quraisy kian gencar.
Bahkan, kaum kafir Quraisy berniat untuk membunuh Rasulullah beserta sahabatnya yang telah masuk Islam. Guna menghindari kekejaman kafir Quraisy, Rasulullah pun kemudian hijrah ke kota Madinah.
Tanpa perbekalan yang memadai, Rasulullah berangkat menuju Madinah. Sebuah perjalanan yang tak mudah dan tak juga ringan.
Seperti diuraikan dalam buku Perempuanperempuan Mulia di Sekitar Rasulullah yang ditulis Muhammad Ibrahim Salim, di tengah perjalanan menuju kota Madinah, rombongan Rasulullah lewati sebuah kemah milik seorang wanita tua bernama Ummu Ma'bad di wilayah Qudaid -antara Makkah dan Madinah. Saat itu, Ummu Ma'bad sedang duduk di dekat kemahnya. Lantaran perbekalan yang minim, rombongan Rasulullah pun singgah ke kemah Ummu Ma'bad.
Rasulullah dan sahabatnya ingin membeli daging dan kurma dari Ummu Ma'bad. Namun, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Saat itu, wilayah Qudaid sedang didera musim paceklik. Lalu Rasulullah melihat seekor kambing yang ada di dekat kemah Ummu Ma'bad.
Rasulullah pun bertanya, "Kambing betina apa ini wahai Ummu Ma'bad?", Ummu Ma'bad menjawab, "kambing betina tua yang sudah ditinggalkan oleh kambing jantan." Rasulullah kembali bertanya, "Apakah ia masih mengeluarkan air susu?" Ummu Ma'bad menjawab, "Bahkan ia tak mengandung air susu sama sekali.'' Lalu Rasulullah meminta izin, "Bolehkah aku memerah air susunya?" Ummu Ma'bad menjawab, "Jika engkau merasa bisa memerahnya, maka silahkan lakukan.'' Nabi Muhammad SAW pun mengambil kambing tersebut dan tangannya mengusap kantong susunya dengan menyebut nama Allah dan mendo'akan Ummu Ma'bad pada kambingnya tersebut.
Tiba-tiba kambing itu membuka kedua kakinya dan keluarlah air susu dengan derasnya. Kemudian Rasulullah meminta sebuah wadah yang besar lalu beliau memerasnya sehingga penuh. Beliau memberi minum kepada Ummu Ma'bad hingga ia puas, lalu beliau memberi minum rombongannya hingga mereka pun puas.
Setelah itu beliau pun minum. Beliau kemudian memerah susu untuk kedua kalinya hingga wadah tersebut kembali penuh, lalu susu itu ditinggalkan di tempat Ummu Ma'bad dan beliau pun membai'atnya. Setelah itu rombongan pun berlalu.
Tak lama, datanglah suami Ummu Ma'bad dengan menggiring kambing yang kurus kering, berjalan sempoyongan karena lemahnya. Setelah melihat susu, ia bertanya keheranan, "Darimana air susu ini wahai Ummu Ma'bad? padahal kambing ini sudah lama tidak hamil dan kita pun tidak memiliki persediaan susu di rumah?" Ummu Ma'bad menjawab, "Demi Allah, bukan karena itu semua.
Sesungguhnya seseorang yang penuh berkah telah melewati (rumah kita), sifatnya begini dan begitu." Abu Ma'bad berkata, "Ceritakanlah kepadaku tentangnya wahai Ummu Ma'bad."
Ummu Ma'bad bertutur: "Aku melihat seorang yang tawadhu (rendah hati). Wajahnya bersinar berkilauan, baik budi pekertinya, dengan badannya yang tegap, indah dengan bentuk kepala yang pas sesuai bentuk tubuhnya.'' Ia adalah seorang yang berwajah sangat tampan. Matanya elok, hitam dan lebar, dengan alis dan bulu mata lebat nan halus. Suaranya bergema indah berwibawa, panjang lehernya idea, jenggot nya tumbuh tebal dan sangat kontras lagi sesuai warna rambutnya; rapi, rata pinggir-pinggirnya a (dengan jambangnya) dan antara rambut dan jenggotnya bersambung rapi.
Jika ia diam, nampaklah kewibawaannya. Jika ia berbicara nampaklah kehebatannya. Jika dilihat dari kejauhan, ia adalah orang yang paling bagus dan berwibawa. Jika dilihat dari dekat, ia adalah orang yang paling tampan, bicaranya gamblang, jelas, tidak banyak dan tidak pula sedikit. Nada bicaranya seperti untaian mutiara yang bergu guran.
Beliau berperawakan sedang, tidak tinggi dan tidak pula pendek. Ia bagaikan sebuah dahan di antara dua dahan. Diantara ketiga orang itu, penampilannya paling bagus dan kedudukannya paling tinggi. Ia memiliki banyak teman yang me ngelilinginya. Jika ia berbicara, maka yang lain pun mendengarkannya. Jika ia memerintah, maka mereka segera melaksanakannya. Ia adalah orang yang ditaati, tidak cemberut dan bicaranya tidak sembarangan.
Abu Ma'bad berkata, "Demi Allah, ia adalah seorang dari Quraisy yang sedang diperbincangkan di kalangan kami di kota Makkah. Aku ingin menjadi sahabatnya. Sungguh aku akan melakukannya jika aku bisa menemukan jalan untuk mendapatkannya."
Sungguh terperinci sifat sifat Rasulullah yang dituturkan Ummu Ma'bad. Kisah Ummu Ma'bad sangat masyhur, diriwayatkan dari banyak jalan yang saling menguatkan satu dengan lainnya.
pengelola domain '.com' angkat HACKER jd 'POLISI INTERNET'
SAN FRANSISCO (Berita SuaraMedia) - Internet Corporations for Assigned Names and Numbers (ICANN), lembaga pengelola alamat induk berbuntut '.com' mengumumkan telah mengangkat hacker veteran Jeff Moss untuk menjadi kepala keamanan mereka yang baru.
Moss, yang dulu dikenal sebagai Dark Tangent, adalah pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat serta event perkumpulan hacker populer, DefCon, yang biasa dihelat setiap tahunnya di Las Vegas.
Moss, seperti diberitakan AFP akan mulai menempati kursi jabatan barunya di ICCAN pada Jumat ini. Ia akan mengisi posisi sebagai Wakil Presiden dan Kepala Petugas Keamanan.
"Saya pikir tidak ada satupun yang memiliki pemahaman lebih besar mengenai ancaman keamanan ke pengguna Internet dan tahu bagaimana bertahan melawan mereka dibanding Jeff Moss," ungkap Direktur Utama ICANN Rod Beckstrom.
Rod Beckstrom mengatakan bahwa Moss memiliki pengetahuan mendalam yang hanya bisa diperoleh dari pengalaman perang melawan ancaman cyber, yang hingga kini masih berlangsung. Moss menjadi hacker selama 20 tahun.
Ia pernah bekerja di Secure Computing Corporation dan di divisi keamanan layanan di perusahaan layanan bisnis Ernst & Young. "Saya menanti untuk membawa kemampuan saya ke ICANN," kata Moss.
"Peran saya untuk mengkoordinasi sistem pemberian alamat internet global artinya saya memiliki posisi menjadi pemimpin dalam mengidentifikasi serta menangani ancaman online terhadap Sistem Nama Domain yang berisiko sekira 2 miliar pengguna internet seluruh dunia," tutup Beckstorm.
Domain Name System atau sistem nama domain adalah tempat di mana alamat internet dunia terdaftar dan berperan penting dalam memungkinkan pengguna di seluruh dunia terhubung dengan komputer online lain. (ar/ok/dt) www.suaramedia.com
Moss, yang dulu dikenal sebagai Dark Tangent, adalah pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat serta event perkumpulan hacker populer, DefCon, yang biasa dihelat setiap tahunnya di Las Vegas.
Moss, seperti diberitakan AFP akan mulai menempati kursi jabatan barunya di ICCAN pada Jumat ini. Ia akan mengisi posisi sebagai Wakil Presiden dan Kepala Petugas Keamanan.
"Saya pikir tidak ada satupun yang memiliki pemahaman lebih besar mengenai ancaman keamanan ke pengguna Internet dan tahu bagaimana bertahan melawan mereka dibanding Jeff Moss," ungkap Direktur Utama ICANN Rod Beckstrom.
Rod Beckstrom mengatakan bahwa Moss memiliki pengetahuan mendalam yang hanya bisa diperoleh dari pengalaman perang melawan ancaman cyber, yang hingga kini masih berlangsung. Moss menjadi hacker selama 20 tahun.
Ia pernah bekerja di Secure Computing Corporation dan di divisi keamanan layanan di perusahaan layanan bisnis Ernst & Young. "Saya menanti untuk membawa kemampuan saya ke ICANN," kata Moss.
"Peran saya untuk mengkoordinasi sistem pemberian alamat internet global artinya saya memiliki posisi menjadi pemimpin dalam mengidentifikasi serta menangani ancaman online terhadap Sistem Nama Domain yang berisiko sekira 2 miliar pengguna internet seluruh dunia," tutup Beckstorm.
Domain Name System atau sistem nama domain adalah tempat di mana alamat internet dunia terdaftar dan berperan penting dalam memungkinkan pengguna di seluruh dunia terhubung dengan komputer online lain. (ar/ok/dt) www.suaramedia.com
" BEKAS LUKA " pada BULAN ungkap sejarah kelam dimasa lalu
BROWN (BErita SuaraMedia) - Bekas luka di permukaan bulan mengungkapkan tindak kekerasan yang dialaminya. Bahkan, ini menyingung sejarah Bumi.
Pernyataan ini diungkapkan oleh ahli geologi planet di Brown University James Head. “Dampak besar di awal pembentukan sistem tata surya menjadi faktor dalam pembentukan kehidupan sekaligus pesatnya perkembangan periode pertama.”
Bekerja dengan peta permukaan bulan beresolusi tinggi, Head dan koleganya meneliti 5.185 kawah berdiameter sekitar 20 kilometer.
Tim mengidentifikasi sebagian besar kawah yang menjadi bagian tertua di bulan. Mereka menemukan bahwa sebuah objek berukuran lebih besar telah menghancurkan sebagian wilayah satelit Bumi ini.
Transisi tampaknya terjadi sekitar 3,8 juta tahun lalu. “Hal ini menegaskan bahwa ada perbedaan populasi saat ini dengan masa lalu,” ujar Head. Bahkan, fenomena tabrakan tersebut bisa mempengaruhi kehidupan planet secara tidak langsung.”
Ahli geologi planet di Goddard Soace Flight Center, NASA, di Maryland Noah Petro menyebutkan bahwa kejadian ini bisa jadi dialami pula oleh bumi.
“Saya pikir bulan merupakan bagian dari Bumi. Saat mempelajari bulan maka Anda juga mempelajari sejarah Bumi.
Peta yang berasal dari data yang dikumpulkan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter, NASA, ini mengidentifikasi sisi selatan bulan dan utara di daerah yang tertua.
Peneliti juga menegaskan bahwa Aitken Basin, terletak di antara kutub sealtan bulan dan selatan ekuator bulan, yang memiliki diameter 2500 kilometer ini merupakan struktur yang terkena dampak paling tua di bulan.
Analis terbaru ini diungkapkan di jurnal Science menyangkut hasil dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter. Pesawat ini telah mengitari permukaan bulan selama setahun terakhir. (ar/inl/scd) www.suaramedia.com
Pernyataan ini diungkapkan oleh ahli geologi planet di Brown University James Head. “Dampak besar di awal pembentukan sistem tata surya menjadi faktor dalam pembentukan kehidupan sekaligus pesatnya perkembangan periode pertama.”
Bekerja dengan peta permukaan bulan beresolusi tinggi, Head dan koleganya meneliti 5.185 kawah berdiameter sekitar 20 kilometer.
Tim mengidentifikasi sebagian besar kawah yang menjadi bagian tertua di bulan. Mereka menemukan bahwa sebuah objek berukuran lebih besar telah menghancurkan sebagian wilayah satelit Bumi ini.
Transisi tampaknya terjadi sekitar 3,8 juta tahun lalu. “Hal ini menegaskan bahwa ada perbedaan populasi saat ini dengan masa lalu,” ujar Head. Bahkan, fenomena tabrakan tersebut bisa mempengaruhi kehidupan planet secara tidak langsung.”
Ahli geologi planet di Goddard Soace Flight Center, NASA, di Maryland Noah Petro menyebutkan bahwa kejadian ini bisa jadi dialami pula oleh bumi.
“Saya pikir bulan merupakan bagian dari Bumi. Saat mempelajari bulan maka Anda juga mempelajari sejarah Bumi.
Peta yang berasal dari data yang dikumpulkan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter, NASA, ini mengidentifikasi sisi selatan bulan dan utara di daerah yang tertua.
Peneliti juga menegaskan bahwa Aitken Basin, terletak di antara kutub sealtan bulan dan selatan ekuator bulan, yang memiliki diameter 2500 kilometer ini merupakan struktur yang terkena dampak paling tua di bulan.
Analis terbaru ini diungkapkan di jurnal Science menyangkut hasil dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter. Pesawat ini telah mengitari permukaan bulan selama setahun terakhir. (ar/inl/scd) www.suaramedia.com
AL JAZEERA, fox news baru dari JAZIRAH ARAB
JALUR GAZA (Berita SuaraMedia) – Al Jazeera English kemarin (14/04) menyiarkan sebuah laporan berita mengenai peringatan tahun pertama Perang Gaza. Ayman Mohye El Din, reporter Al Jazeera di Jalur Haza yang meliput perang tahun lalu dan telah bekerja untuk Al Jazeera selama 2 tahun, mempersiapkan sebuah laporan berita dari Gaza.
Liputan berita yang disusun oleh Mohye El Din berfokus pada faksi militer Palestina dan kemampuan mereka dalam menghadapi para serdadu Zionis, satu tahun berselang setelah Perang Gaza.
Yang mengejutkan, gaya pemberitaan dalam laporan tersebut betul-betul mengadopsi pemberitaan Fox News. Ayman banyak memberikan penekanan pada kelompok penguasa Gaza, Hamas, dan sayap militernya, brigade Izzuddin Al Qassam, dan banyak membahas mengenai roket-roket yang dibuat di Gaza.
Dalam pemberitaan tersebut, ditunjukkan mengenai sekelompok pria yang memproduksi roket-roket buatan sendiri. Ditunjukkan pula mengenai sebuah tempat seperti pabrik yang menyimpan sejumlah ujung roket, dan ada sejumlah mesin pemutar yang dioperasikan.
Jika ada pembaca yang tidak tahu menahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Palestina, maka dengan membaca laporan berita tersebut, orang-orang akan menyangka bahwa Palestina adalah sebuah negara yang memiliki wujud nyata dan memiliki kekuatan militer yang bisa menyiapkan pasukan untuk berperang.
Pemberitaan tersebut betul-betul kehilangan aspek profesionalisme dan dapat dikatakan menyesatkan. Hal ini terjadi karena pengabaian fakta-fakta yang dapat menjelaskan hal-hal yang berada di balik pembuatan roket-roket tersebut.
El Din juga tidak pernah menyebutkan bahwa roket-roket tersebut merupakan roket buatan sendiri, hanya menyebut dengan kata roket. Hal ini berpotensi menimbulkan kesan yang salah kepada para pembaca mengenai asal-usul dan hasil dari roket-roket tersebut.
Seharusnya disebutkan apa saja yang ditimbulkan oleh roket-roket tersebut dalam 5 tahun terakhir, khususnya dalam perang yang terakhir terjadi. Reporter Al Jazeera tersebut seharusnya menginformasikan dengan jelas bahwa roket-roket tersebut, dalam hal definisi militer, sama sekali tidak efektif karena tidak memiliki kekuatan penghancur yang besar. Dinas keamanan Israel melansir laporan pasca perang yang menyebutkan bahwa hanya ada 4 orang penduduk Israel yang tewas sejak tahun 2005 dari ribuan tembakan roket buatan sendiri tersebut.
Sayangnya, reporter tersebut "lupa" menyebutkan bahwa dari tahun 2001 hingga saat ini, roket-roket Qassam hanya menewaskan 13 orang warga Israel. Padahal dalam Perang Gaza, ada ribuan roket yang ditembakkan. Sebaliknya, lebih dari 1.445 orang penduduk sipil Palestina yang dibantai, 5.000 orang lainnya terlika oleh serangan militer brutal dan mematikan yang dilancarkan Israel.
Hanya ada sedikit warga Israel yang tewas dan sebagian besar diantaranya merupakan prajurit tempur.
Panjang roket Qassam berukuran 79 hingga 200 sentimeter, dengan diameter antara 6 hingga 7 sentimeter. Muatan bahan peledak yang dikandung berkisar antara 500 gram hingga 7 kilogram. Rincian teknis semacam itu seharusnya turut disebutkan dalam pemberitaan. Karena jika tidak, para pembaca akan mengira bahwa roket-roket tersebut sama jenisnya dengan senjata AS yang dipakai dalam perang Afghanistan dan Irak.
Al Jazeera seharusnya menyebutkan dengan jelas bahwa roket-roket tersebut sejatinya tidaklah berarti. Ketika Al Jazeera memberitakan roket-roket tersebut dengan sedemikian rupa, maka laporan berita semacam itu adalah jenis pemberitaan yang telah menyebabkan kematian ribuan orang warga Palestina dan membuat negara terjajah tersebut tidak mencapai apapun dalam kancah politik.
Meski kita tidak bisa bersikap sinis mengenai profesionalisme sang reporter, kita semua harus menyadari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh laporan berita yang hanya memihak satu sisi semacam itu. Pemberitaan tersebut menggambarkan warga Palestina sebagai orang-orang sibuk yang amat berpengalaman dalam memproduksi senjata, namun tidak menyebutkan mengenai kehidupan sengsara yang dialami warga Gaza dibawah kekangan Israel, dimana kebutuhan pokok untuk menyambung hidup tidak tersedia.
Laporan Al Jazeera tersebut memberikan kesan bahwa rakyat Palestina tidak menderita karena pengurungan Israel yang dilakukan dari hari ke hari, dan justru menunjukkan "pabrik" senjata yang beroperasi 24 jam setiap hari. Selain itu, laporan tersebut mendukung kepalsuan Israel yang disebarkan di media dan menyebutkan bahwa rakyat Palestina menyelundupkan senjata melalui terowongan Rafah.
Ada banyak warga Palestina yang menentang keberadaan roket-roket tersebut, karena dapat dijadikan alasan oleh serdadu Israel untuk meneruskan serangan ke Jalur Gaza.
Berita-berita dengan sudut pandang semacam itu jamak ditemui di Fox News, yang sepanjang waktu berusaha mengesankan faksi-faksi Palestina sebagai pasukan militer yang terorganisir. Fox juga selalu berupaya mengesankan Israel sebagai "korban" dari "serangan roket besar-besaran" Palestina. Pemberitaan semacam itu amat membantu Fox, dan sejalan dengan kepentingan Israel berkenaan dengan roket-roket tersebut.
Israel selalu berkoar di media dan mengatakan bahaw rakyat Palestina menembakkan ribuan roket terhadap warga sipil. Israel tidak pernah menyinggung dampak sebenarnya dari roket-roket tersebut. Demikian halnya dengan Fox News dan Al Jazeera.
Oleh karena itu, tidak akan susah bagi para pakar dan jurnalis untuk mengklasifikasikan Al Jazeera bersama dengan sederetan media yang telah dikendalikan Yahudi. Al Jazeera dan para stafnya merupakan jelmaan baru dari CNN, Fox News, BBC dan Sky News.
Sebelumnya, Haim Saban, mengajukan tawaran kepada pemerintah Qatar dalam upaya untuk membeli setengah dari jaringan satelit Al-Jazeera yang berbasis di Doha.
Surat kabar Mesir al-Mesryoon melaporkan bahwa miliarder Israel itu terlibat dalam negosiasi dengan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, atas pembelian parsial outlet media tersebut. Pembicaraan dikatakan dilakukan melalui mediator Mesir.
Berita tersebut muncul di tengah laporan saluran berita Arab yang terbesar dan paling kontroversial di Timur Tengah itu sedang bergulat dengan krisis keuangan yang buruk. Saban pertama kali dilaporkan melakukan negosiasi pembelian setengah dari saham jaringan tersebut pada tahun 2004, setelah mengunjungi emirat dengan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Tokoh media terkemuka Israel-Amerika itu telah diduga mengajukan penawaran sebesar $ 5 miliar untuk saluran berita berbahasa Arab populer tersebut, dalam upaya untuk dapat menguasainya, dan untuk menyiarkan pesan pro-Israel sehingga dapat mempengaruhi pendapat Arab mendukung rezim Tel Aviv.
Al-Jazeera melahirkan revolusi media di dunia Arab setelah didirikan pada tahun 1996. Jaringan tersebut bergantung pada sumbangan keuangan negara, diperkirakan lebih dari $ 70 juta per tahun, tetapi tidak menyiarkan acara yang penting mengenai pemerintah Qatar. Akan tetapi, Al-Jazeera menyiarkan program kritik terhadap semua negara Arab lainnya.
Saban memulai keberuntungannya setelah membeli hak untuk memasarkan film seri anak-anak Jepang, "The Power Rangers," di Amerika. Ia adalah pendukung utama Israel dan sayap kanan pemerintah Netanyahu. Di samping itu, pengusaha Yahudi kelahiran Mesir itu terkenal atas kesepakatan-kesepakatan yang ia lakukan di bawah meja.
Milyuner Media itu, yang diperkirakan memiliki kekayaan bernilai lebih dari $ 3 milyar, membawa waralaba Power Rangers ke dunia Arab dan menambah kekayaannya dari mengembangkan dan menjual jaringan kabel Keluarga Fox bersama-sama dengan News Corp. Di Israel, Saban memiliki saham pengendali Bezeq. (dn/pt/sm)
www.suaramedia.com
Liputan berita yang disusun oleh Mohye El Din berfokus pada faksi militer Palestina dan kemampuan mereka dalam menghadapi para serdadu Zionis, satu tahun berselang setelah Perang Gaza.
Yang mengejutkan, gaya pemberitaan dalam laporan tersebut betul-betul mengadopsi pemberitaan Fox News. Ayman banyak memberikan penekanan pada kelompok penguasa Gaza, Hamas, dan sayap militernya, brigade Izzuddin Al Qassam, dan banyak membahas mengenai roket-roket yang dibuat di Gaza.
Dalam pemberitaan tersebut, ditunjukkan mengenai sekelompok pria yang memproduksi roket-roket buatan sendiri. Ditunjukkan pula mengenai sebuah tempat seperti pabrik yang menyimpan sejumlah ujung roket, dan ada sejumlah mesin pemutar yang dioperasikan.
Jika ada pembaca yang tidak tahu menahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Palestina, maka dengan membaca laporan berita tersebut, orang-orang akan menyangka bahwa Palestina adalah sebuah negara yang memiliki wujud nyata dan memiliki kekuatan militer yang bisa menyiapkan pasukan untuk berperang.
Pemberitaan tersebut betul-betul kehilangan aspek profesionalisme dan dapat dikatakan menyesatkan. Hal ini terjadi karena pengabaian fakta-fakta yang dapat menjelaskan hal-hal yang berada di balik pembuatan roket-roket tersebut.
El Din juga tidak pernah menyebutkan bahwa roket-roket tersebut merupakan roket buatan sendiri, hanya menyebut dengan kata roket. Hal ini berpotensi menimbulkan kesan yang salah kepada para pembaca mengenai asal-usul dan hasil dari roket-roket tersebut.
Seharusnya disebutkan apa saja yang ditimbulkan oleh roket-roket tersebut dalam 5 tahun terakhir, khususnya dalam perang yang terakhir terjadi. Reporter Al Jazeera tersebut seharusnya menginformasikan dengan jelas bahwa roket-roket tersebut, dalam hal definisi militer, sama sekali tidak efektif karena tidak memiliki kekuatan penghancur yang besar. Dinas keamanan Israel melansir laporan pasca perang yang menyebutkan bahwa hanya ada 4 orang penduduk Israel yang tewas sejak tahun 2005 dari ribuan tembakan roket buatan sendiri tersebut.
Sayangnya, reporter tersebut "lupa" menyebutkan bahwa dari tahun 2001 hingga saat ini, roket-roket Qassam hanya menewaskan 13 orang warga Israel. Padahal dalam Perang Gaza, ada ribuan roket yang ditembakkan. Sebaliknya, lebih dari 1.445 orang penduduk sipil Palestina yang dibantai, 5.000 orang lainnya terlika oleh serangan militer brutal dan mematikan yang dilancarkan Israel.
Hanya ada sedikit warga Israel yang tewas dan sebagian besar diantaranya merupakan prajurit tempur.
Panjang roket Qassam berukuran 79 hingga 200 sentimeter, dengan diameter antara 6 hingga 7 sentimeter. Muatan bahan peledak yang dikandung berkisar antara 500 gram hingga 7 kilogram. Rincian teknis semacam itu seharusnya turut disebutkan dalam pemberitaan. Karena jika tidak, para pembaca akan mengira bahwa roket-roket tersebut sama jenisnya dengan senjata AS yang dipakai dalam perang Afghanistan dan Irak.
Al Jazeera seharusnya menyebutkan dengan jelas bahwa roket-roket tersebut sejatinya tidaklah berarti. Ketika Al Jazeera memberitakan roket-roket tersebut dengan sedemikian rupa, maka laporan berita semacam itu adalah jenis pemberitaan yang telah menyebabkan kematian ribuan orang warga Palestina dan membuat negara terjajah tersebut tidak mencapai apapun dalam kancah politik.
Meski kita tidak bisa bersikap sinis mengenai profesionalisme sang reporter, kita semua harus menyadari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh laporan berita yang hanya memihak satu sisi semacam itu. Pemberitaan tersebut menggambarkan warga Palestina sebagai orang-orang sibuk yang amat berpengalaman dalam memproduksi senjata, namun tidak menyebutkan mengenai kehidupan sengsara yang dialami warga Gaza dibawah kekangan Israel, dimana kebutuhan pokok untuk menyambung hidup tidak tersedia.
Laporan Al Jazeera tersebut memberikan kesan bahwa rakyat Palestina tidak menderita karena pengurungan Israel yang dilakukan dari hari ke hari, dan justru menunjukkan "pabrik" senjata yang beroperasi 24 jam setiap hari. Selain itu, laporan tersebut mendukung kepalsuan Israel yang disebarkan di media dan menyebutkan bahwa rakyat Palestina menyelundupkan senjata melalui terowongan Rafah.
Ada banyak warga Palestina yang menentang keberadaan roket-roket tersebut, karena dapat dijadikan alasan oleh serdadu Israel untuk meneruskan serangan ke Jalur Gaza.
Berita-berita dengan sudut pandang semacam itu jamak ditemui di Fox News, yang sepanjang waktu berusaha mengesankan faksi-faksi Palestina sebagai pasukan militer yang terorganisir. Fox juga selalu berupaya mengesankan Israel sebagai "korban" dari "serangan roket besar-besaran" Palestina. Pemberitaan semacam itu amat membantu Fox, dan sejalan dengan kepentingan Israel berkenaan dengan roket-roket tersebut.
Israel selalu berkoar di media dan mengatakan bahaw rakyat Palestina menembakkan ribuan roket terhadap warga sipil. Israel tidak pernah menyinggung dampak sebenarnya dari roket-roket tersebut. Demikian halnya dengan Fox News dan Al Jazeera.
Oleh karena itu, tidak akan susah bagi para pakar dan jurnalis untuk mengklasifikasikan Al Jazeera bersama dengan sederetan media yang telah dikendalikan Yahudi. Al Jazeera dan para stafnya merupakan jelmaan baru dari CNN, Fox News, BBC dan Sky News.
Sebelumnya, Haim Saban, mengajukan tawaran kepada pemerintah Qatar dalam upaya untuk membeli setengah dari jaringan satelit Al-Jazeera yang berbasis di Doha.
Surat kabar Mesir al-Mesryoon melaporkan bahwa miliarder Israel itu terlibat dalam negosiasi dengan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, atas pembelian parsial outlet media tersebut. Pembicaraan dikatakan dilakukan melalui mediator Mesir.
Berita tersebut muncul di tengah laporan saluran berita Arab yang terbesar dan paling kontroversial di Timur Tengah itu sedang bergulat dengan krisis keuangan yang buruk. Saban pertama kali dilaporkan melakukan negosiasi pembelian setengah dari saham jaringan tersebut pada tahun 2004, setelah mengunjungi emirat dengan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Tokoh media terkemuka Israel-Amerika itu telah diduga mengajukan penawaran sebesar $ 5 miliar untuk saluran berita berbahasa Arab populer tersebut, dalam upaya untuk dapat menguasainya, dan untuk menyiarkan pesan pro-Israel sehingga dapat mempengaruhi pendapat Arab mendukung rezim Tel Aviv.
Al-Jazeera melahirkan revolusi media di dunia Arab setelah didirikan pada tahun 1996. Jaringan tersebut bergantung pada sumbangan keuangan negara, diperkirakan lebih dari $ 70 juta per tahun, tetapi tidak menyiarkan acara yang penting mengenai pemerintah Qatar. Akan tetapi, Al-Jazeera menyiarkan program kritik terhadap semua negara Arab lainnya.
Saban memulai keberuntungannya setelah membeli hak untuk memasarkan film seri anak-anak Jepang, "The Power Rangers," di Amerika. Ia adalah pendukung utama Israel dan sayap kanan pemerintah Netanyahu. Di samping itu, pengusaha Yahudi kelahiran Mesir itu terkenal atas kesepakatan-kesepakatan yang ia lakukan di bawah meja.
Milyuner Media itu, yang diperkirakan memiliki kekayaan bernilai lebih dari $ 3 milyar, membawa waralaba Power Rangers ke dunia Arab dan menambah kekayaannya dari mengembangkan dan menjual jaringan kabel Keluarga Fox bersama-sama dengan News Corp. Di Israel, Saban memiliki saham pengendali Bezeq. (dn/pt/sm)
www.suaramedia.com
KESALAHAN PEMIMPIN YANG MEMATIKAN
Kesuksesan sebuah usaha bisa dilacak dari pemimpinnya. Edwin H. Friedman mengatakan, "Kepemimpinan bisa dianggap sebagai kapasitas untuk menentukan diri sendiri dengan orang lain dengan cara yang jelas dan memperluas visi masa depan." Penting untuk mengenali apa yang positif dan efektif di masing-masing pemimpin, tapi juga penting untuk menyadari hambatan yang mungkin dihadapi. Kepemimpinan yang sukses berkembang dari waktu ke waktu, dan hanya bisa ditingkatkan dengan pengetahuaun bagaimana mendiagnosa dan memperlakukan pemimpin. Artikel ini mengambil perumpamaan tujuh kesalahan yang mematikan:
Kesalahan pertama adalah dengan menganggap bahwa karyawan mengetahui sasaran dan tujuan perusahaan. Bahkan jika perusahaan Anda telah menerapkan rencana stratejik yang luar biasa, tapi tidak ada artinya kecuali dipahami dan dihadapi di semua level. Pemimpin yang efektif harus meluangkan waktu untuk melatih dan mengajarkan karyawannya sasaran perusahaan. Pemimpin juga bertanggung-jawab dalam menentukan tujuan. Tujuan dan sasaran harus seringkali diulang setiap kali sebuah tujuan ditetapkan dalam perusahaan. Dengan berulangkali menetapkan tujuan dan sasaran di dalam pikiran, karyawan akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman apa yang dipegang oleh perusahaan.
Kesalahan kedua adalah pendekatan seleksi dan perekrutan dan memilih dengan sembarangan. Studi menunjukkan dalam hal skenario terbaik, karyawan yang berkualitas, dengan pekerjaan yang sesuai, waktu yang digunakannya hanya 14%nya saja. Tanpa meluangkan waktu yang tepat untuk merekrut karyawan, perusahaan beresiko membuang waktu, upaya dan uang untuk seseorang yang tidak memiliki kualitas di posisi penting. Praktek perekrutan yang bermutu di semua level meningkatkan kinerja keseluruhan. Wawancara yang selektif dan cek latar belakang bisa membantu karyawan membentuk gambaran perilaku sebelumnya dengan akurat, tapi screening pra-perekrutan untuk karyawan potensial adalah prediksi yang lebih akurat untuk perilaku mendatang.
Kesalahan ketiga dalam kepemimpinan adalah beranggapan orang-orang Anda terlatih. Gagal mengembangkan bakat karyawan melalui pelatihan yang tepat adalah pemborosan sumberdaya. Banyak perusahaan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bernegosiasi dan membayar kontrak perawatan peralatan merek daripada melatih stafnya. Namun mereka mengklaim karyawan mereka adalah aset utama mereka. Dengan berinvestasi pada karywan, perusaaan menginvestasikan kesuksesan masa depan mereka. Pelatihan memastikan kesuksesan karyawan. Tanpa pelatihan dan pengembangan yang tepat, perusahaan akan membuat karyawan gagal.
Gagal mengevaluasi dan mengukur adalah kesalahan ke-empat. Mudah untuk jatuh ke dalam kebiasaan "bisnis seperti biasa". Dibutuhkan sedikit upaya untuk melakukan tugas dengan mengingatnya di luar kepala atau melakukan sesuatu dengan cara yang sama hanya karena mereka selalu melakukannya dengan cara demikian. Anda harus menilai kegiatan bisnis secara terus-menerus. Apakah mereka dibutuhkan dan relevan? Jika demikian, maka kegiatan ini harus di lacak untuk menilai keefektifan serta efisiensinya. Mampu mengukur kesuksesan Anda akan mempermudah untuk menentukan tujuan, dan memotivasi karyawan dengan data yang konkrit.
Jika Anda menganggap Anda melakukan pekerjaan dengan baik dan pelanggan Anda senang, Anda melakukan kesalahan nomor lima. Menganggap pelanggan puas hanya karena Anda tidak menerima keluhan bukan barometer yang akurat. Bisnis Anda harus memiliki mekanisme untuk mendorong feedback pelanggan. Situs jejaring sosial, komunikasi elektronik dan opsi website memberikan berbagi kemudahan bagi pelanggan untuk memberikan feedback yang berarti. Dengan menerapkan saran yang bernilai dari pelanggan akan direfleksikan sebagai peningkatan dalam kesuksesan perusahaan Anda.
Kesalahan keenam adalah, gagal memberikan feedback yang sesuai. Kekhawatiran akan terjadinya konflik bisa menyebabkan pemimpin menghindari menyebutkan perilaku yang tidak bisa diterima atau membutuhkan akuntabilitas. Baik apakah melalui tinjauan kinerja atau pembicaraan saat kegiatan sehari-hari, feedback yang konstruktif dan berarti dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja yang baik dan membantu pengembangan karir karyawan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Salary, dengan 2,000 karyawan dan 330 profesional HR, dua per tiga perusahaan yakin tinjauan kinerja mereka efektif, tapi hanya 39 persen karyawan yang setuju. Untuk memberikan feedback yang efektif, mulai berkomunikasi dari awal dengan karyawan terkait dengan harapan dan kinerjanya. Tinjauan akhir tahun selalu menandai kejadian masa lalu. Ini jauh lebih aktif dan memotivasi untuk terus berkomunikasi dengan karyawan. Ini juga akan memungkinkan terjadinya kesalahan atau mis-komunikasi yang harus diperbaiki lebih awal dan meninggalkan penyelesaian yang lebih sedikit di kemudian hari.
Kesalahan terakhir adalah: tidak memasarkan (gagal memahami hubungan antara marketing dan sales). Bahkan bisnis dengan tenaga sales yang bagus sekaligus harus secara aktif memasarkan diri mereka. Pemasaran dan disiplinnya dari humas, riset, dan advertising adalah hal penting. Disiplin ini menemukan strategi untuk mengidentifikasi pasar baru, berkomunikasi pada prospek dan klien, dan untuk menetapkan brand dan pesan di seluruh konstituen Anda. Gagal untuk secara aktif mengejar strategi ini menghamat kemampuan usaha Anda untuk berkompetisi.
Ke-tujuh kesalahan kepemimpinan ini masih belum cukup, berikut sebuah tambahan untuk Anda.
Kesalahan ke delapan adalah memperlakukan karyawan sebagai komoditi. Perusahaan manapun yang pernah mengalami biaya yang tinggi untuk turnover karyawan memahami alat ini: biaya penggantian, hilangnya produktivitas dan menurunnya moral. Memperlakukan karyawan seperti komoditi dan mereka akan meresponnya dengan meninggalkan Anda secepatnya untuk mendapatkan penawaran yang terbaik. Ini sangat penting untuk keuntungan dan produktivitas perusahaan untuk menjaga keterlibatan dan motivasi karyawan. Jika karyawan berkembang dan puas mereka akan menghasilkan pekerjaan yang bermutu.
Kepemimpinan yang efektif bisa dicapai melalui upaya dan pemahaman. Para pemimpin yang sukses sangat menyadari kekurangan dan kelemahan mereka dan bertindak membuat kekuatan dari kelemahan mereka. Pemimpin menentukan kerangka kerja sebagai dasar perusahaan yang dikendalikan. Dengan pengetahuan atas kesalahan umum ini, pemimpin bisa melengkapi dirinya dengan lebih baik untuk melakukan pengukuran pencegahan untuk masa depan yang lebih baik.
Seorang pemimpin perlu menyempurnakan ketrampilan dan kepemimpinannya agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Bagaimana caranya?
Para ahli manajemen sepakat bahwa memimpin perusahaan tidak sekedar mengelola angka-angka. Merumuskan strategi organisasi, konsentrasi meraih laba, dan people manajemen justru menjadi faktor penting dalam menentukan sukses tidaknya seorang pemimpin.
Ada lima unsur utama yang menentukan keberhasilan sebuah kepemimpinan organisasi, yakni produk berkualitas atau memiliki kekhasan tersendiri, momentum yang tepat, modal yang memadai, sumber daya manusia yang berkualitas, serta manajemen yang efektif. Kelima unsur tersebut, menurut Steven Brown dalam buku 13 Fatal Errors Managers Mistakes and How You Can Avoid Them, bersifat mutlak dan saling terkait.
Artinya, tanpa manajemen yang efektif, seorang pemimpin tidak akan bisa mengambil keputusan yang tepat mengenai spesifikasi produk dan momentum yang tepat untuk memperkenalkannya ke pasar. Perusahaan yang manajemennya amburadul juga tidak bisa mendapatkan modal yang memadai, apalagi mempertahankannya. Lebih dari itu, people hanya bisa dilatih dan dikembangkan dengan lebih baik jika manajemen yang memayunginya dalam kondisi baik pula.
Setiap pemimpin yang berpandangan ke depan semestinya memahami bahwa sumber daya yang tak ternilai dalam setiap perusahaan adalah potensi manusianya. Sebagai pemimpin, ia bertanggungjawab untuk mengembangkan bakat yang sangat luas tersebut. Sebegitu pentingnya unsur sumber daya manusia, seorang eksekutif puncak di sebuah perusahaan besar di Amerika pernah berujar: "Ambilah semua harta saya, asal bukan organisasinya. Maka dalam lima tahun kedepan saya akan bisa memperoleh semuanya kembali."
Masalahnya, tidak semua pemimpin mampu mengelola perusahaannya dengan benar. Menurut catatan Steven Brown yang telah bertahun-tahun bertugas sebagai konsultan, setidaknya ada beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Kesalahan tersebut adalah:
Gagal Mengembangkan Orang
Salah satu tujuan utama manajemen adalah kelangsungan bisnis itu sendiri, meski ada perubahan waktu danorang-orang yang mengelolanya. Itu artinya, jika suatu saat perusahaan yang anda bangun akhirnya menjadi runtuh setelah anda tinggalkan, maka anda layak merasa bersalah dan gagal dalam mengembangkan estafet kepemimpinan.
Sering terjadi, karena berbagai alasan, tidak percaya kemampuan seseorang, misalnya seorang pemimpin merasa perlu melakukan segala sesuatunya sendiri. Tidak ada pelimpahan wewenang dan kekuasaan. Akibatnya, selain disibukkan oleh urusan yang sebenarnya tidak perlu, pemimpin tadi secara tidak sadar telah melewatkan kesempatan untuk menciptakan kader-kader pemimpin baru.
Jika anda ragu mengenai perlunya membangun people sekuat mungkin, ilustrasi berikut bisa menjadi gambaran. Seseorang memulai sebuah usaha, dan usaha itu terus bertahan selama ia masih bekerja. Lalu, perusahaan itu perlahan-lahan lenyap setelah para penggantinya menggantikan selama kurang lebih setengah jangka waktu kerja suatu generasi.
Mengendalikan Hasil, Bukan Mengendalikan Cara
Cara berpikir seseorang tentu berbeda-beda. Ini pula yang menjadi sebab mengapa beberapa orang bisa lebih produktif ketimbang yang lain. Kebanyakan pemimpin sering memukul rata mengenai unjuk kerja karyawannya. Terlebih lagi untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat mudah terlihat hasilnya, seperti bidang penjualan.
Padahal setiap karyawan, seperti tadi sudah disinggung memiliki cara pandang dan perasaan yang berbeda-beda untuk suatu masalah. Karena itu untuk menghindari persepsi yang keliru itu, seorang pemimpin mesti melihat dalam sebuah kerangka rangkaian yang utuh, yakni melalui pikiran, perasaan atau akal budi, kegiatan dan lama-lama menjadi kebiasaan, lalu memberikan hasil. Jika rangkaian tersebut dipergunakan, maka pemimpin akan dengan mudah melakukan perubahan drastis dalam membangun produktifitas karyawan.
Bergabung dengan Kelompok yang Keliru
Poin utama pada masalah ini adalah bagaimana seorang pemimpin mengembangkan sikap, terutama tentang kesetiaan. Seorang pemimpin sering dijadikan sebagai pejuang bagi orang-orang yang melawan kebajikan, tujuan dan sasaran perusahaan.
Jika hal itu terjadi, anda harus menolak sekalipun yang mengajak anda adalah seorang pemimpin sejawat anda atau sekumpulan beberapa karyawan.
Seragam dalam Mengelola Orang
Pemimpin yang mengelola anak buahnya dengan cara yang sama atau satu teknik saja, seringkali mengalami kekecewaan. Pemimpin yang baik mestinya peka terhadap perbedaan dan kepribadian masing-masing staf. Oleh karena itu, pemimpin harus menyadari dan memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai sebuah kekuatan. Melupakan Pentingnya Laba Tujuan utama sebuah organisasi adalah menjaga kelangsungan organisasi tersebut. Untuk tujuan tersebut, perusahaan mestilah meraih laba untuk membiayai kelangsungan tersebut. Seringkali terjadi, di perusahaan masing-masing divisi merasa lebih penting ketimbang divisi yang lain. Hal ini bisa membuat seorang pemimpin tidak fokus dan akhirnya melupakan pentingnya laba. Terpaku Pada Persoalan, Lupa Tujuan Salah satu alasan mengapa seorang pemimpin tidak efektif adalah karena ia terpaku pada masalah-masalah sederhana, misalnya kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan anak buahnya atau orang lain. Daripada membuang-buang energi untuk mencari-cari kesalahan orang lain, tentu lebih baik jika seorang pemimpin melakukan pendekatan lain. Misalnya dengan mencari tahu, apa yang mempengaruhi prestasi seseorang. Bersikap Sebagai Sesama, Bukan Pemimpin Usai jam kantor, banyak pemimpin perusahaan yang ingin bersikap sebagai orang biasa seperti sesama karyawan yang lain. Kemudian esok paginya ia akan bersikap sebagai pemimpin lagi. Banyak karyawan yang tidak bisa menerima sikap seperti itu. Seorang pemimpin memang harus memilih: menjadi pemimpin atau menjadi sesama karyawan. Tidak ada jalan tengah dalam situasi seperti itu. Alasannya sederhana, kalau tindakan seorang pemimpin terhadap karyawan sembrono, maka sebenarnya ia tidak hanya tidak menghormati karyawannya. Lebih dari itu ia juga telah mengajarkan kepada karyawan untuk tidak menghormati atasannya. Seorang pemimpin tidak boleh terjebak pada perannya sebagai sahabat, psikiater atau pastor. Tugas pemimpin adalah bagaimana mengelola kehidupan sebuah perusahaan. Gagal Menentukan Standar Banyak pemimpin yang tidak menyukai konsep menentukan standar. Bahkan mungkin mereka ingin menghindari pembicaraan tentang hal itu, karena mereka menilai standar sebagai cara untuk menghukum mereka yang gagal memproduksi atau yang tidak kompromistis. Orang yang beranggapan demikian sebenarnya tidak memahami salah satu kunci perusahaan yang dikelola dengan baik. Perusahaan memang tidak usah memaksa orang untuk tunduk kepada sederetan panjang peraturan, tetapi ia harus mempunyai sasaran untuk membangun kebanggan pribadi dan perusahaan.
Kesalahan pertama adalah dengan menganggap bahwa karyawan mengetahui sasaran dan tujuan perusahaan. Bahkan jika perusahaan Anda telah menerapkan rencana stratejik yang luar biasa, tapi tidak ada artinya kecuali dipahami dan dihadapi di semua level. Pemimpin yang efektif harus meluangkan waktu untuk melatih dan mengajarkan karyawannya sasaran perusahaan. Pemimpin juga bertanggung-jawab dalam menentukan tujuan. Tujuan dan sasaran harus seringkali diulang setiap kali sebuah tujuan ditetapkan dalam perusahaan. Dengan berulangkali menetapkan tujuan dan sasaran di dalam pikiran, karyawan akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman apa yang dipegang oleh perusahaan.
Kesalahan kedua adalah pendekatan seleksi dan perekrutan dan memilih dengan sembarangan. Studi menunjukkan dalam hal skenario terbaik, karyawan yang berkualitas, dengan pekerjaan yang sesuai, waktu yang digunakannya hanya 14%nya saja. Tanpa meluangkan waktu yang tepat untuk merekrut karyawan, perusahaan beresiko membuang waktu, upaya dan uang untuk seseorang yang tidak memiliki kualitas di posisi penting. Praktek perekrutan yang bermutu di semua level meningkatkan kinerja keseluruhan. Wawancara yang selektif dan cek latar belakang bisa membantu karyawan membentuk gambaran perilaku sebelumnya dengan akurat, tapi screening pra-perekrutan untuk karyawan potensial adalah prediksi yang lebih akurat untuk perilaku mendatang.
Kesalahan ketiga dalam kepemimpinan adalah beranggapan orang-orang Anda terlatih. Gagal mengembangkan bakat karyawan melalui pelatihan yang tepat adalah pemborosan sumberdaya. Banyak perusahaan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bernegosiasi dan membayar kontrak perawatan peralatan merek daripada melatih stafnya. Namun mereka mengklaim karyawan mereka adalah aset utama mereka. Dengan berinvestasi pada karywan, perusaaan menginvestasikan kesuksesan masa depan mereka. Pelatihan memastikan kesuksesan karyawan. Tanpa pelatihan dan pengembangan yang tepat, perusahaan akan membuat karyawan gagal.
Gagal mengevaluasi dan mengukur adalah kesalahan ke-empat. Mudah untuk jatuh ke dalam kebiasaan "bisnis seperti biasa". Dibutuhkan sedikit upaya untuk melakukan tugas dengan mengingatnya di luar kepala atau melakukan sesuatu dengan cara yang sama hanya karena mereka selalu melakukannya dengan cara demikian. Anda harus menilai kegiatan bisnis secara terus-menerus. Apakah mereka dibutuhkan dan relevan? Jika demikian, maka kegiatan ini harus di lacak untuk menilai keefektifan serta efisiensinya. Mampu mengukur kesuksesan Anda akan mempermudah untuk menentukan tujuan, dan memotivasi karyawan dengan data yang konkrit.
Jika Anda menganggap Anda melakukan pekerjaan dengan baik dan pelanggan Anda senang, Anda melakukan kesalahan nomor lima. Menganggap pelanggan puas hanya karena Anda tidak menerima keluhan bukan barometer yang akurat. Bisnis Anda harus memiliki mekanisme untuk mendorong feedback pelanggan. Situs jejaring sosial, komunikasi elektronik dan opsi website memberikan berbagi kemudahan bagi pelanggan untuk memberikan feedback yang berarti. Dengan menerapkan saran yang bernilai dari pelanggan akan direfleksikan sebagai peningkatan dalam kesuksesan perusahaan Anda.
Kesalahan keenam adalah, gagal memberikan feedback yang sesuai. Kekhawatiran akan terjadinya konflik bisa menyebabkan pemimpin menghindari menyebutkan perilaku yang tidak bisa diterima atau membutuhkan akuntabilitas. Baik apakah melalui tinjauan kinerja atau pembicaraan saat kegiatan sehari-hari, feedback yang konstruktif dan berarti dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja yang baik dan membantu pengembangan karir karyawan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Salary, dengan 2,000 karyawan dan 330 profesional HR, dua per tiga perusahaan yakin tinjauan kinerja mereka efektif, tapi hanya 39 persen karyawan yang setuju. Untuk memberikan feedback yang efektif, mulai berkomunikasi dari awal dengan karyawan terkait dengan harapan dan kinerjanya. Tinjauan akhir tahun selalu menandai kejadian masa lalu. Ini jauh lebih aktif dan memotivasi untuk terus berkomunikasi dengan karyawan. Ini juga akan memungkinkan terjadinya kesalahan atau mis-komunikasi yang harus diperbaiki lebih awal dan meninggalkan penyelesaian yang lebih sedikit di kemudian hari.
Kesalahan terakhir adalah: tidak memasarkan (gagal memahami hubungan antara marketing dan sales). Bahkan bisnis dengan tenaga sales yang bagus sekaligus harus secara aktif memasarkan diri mereka. Pemasaran dan disiplinnya dari humas, riset, dan advertising adalah hal penting. Disiplin ini menemukan strategi untuk mengidentifikasi pasar baru, berkomunikasi pada prospek dan klien, dan untuk menetapkan brand dan pesan di seluruh konstituen Anda. Gagal untuk secara aktif mengejar strategi ini menghamat kemampuan usaha Anda untuk berkompetisi.
Ke-tujuh kesalahan kepemimpinan ini masih belum cukup, berikut sebuah tambahan untuk Anda.
Kesalahan ke delapan adalah memperlakukan karyawan sebagai komoditi. Perusahaan manapun yang pernah mengalami biaya yang tinggi untuk turnover karyawan memahami alat ini: biaya penggantian, hilangnya produktivitas dan menurunnya moral. Memperlakukan karyawan seperti komoditi dan mereka akan meresponnya dengan meninggalkan Anda secepatnya untuk mendapatkan penawaran yang terbaik. Ini sangat penting untuk keuntungan dan produktivitas perusahaan untuk menjaga keterlibatan dan motivasi karyawan. Jika karyawan berkembang dan puas mereka akan menghasilkan pekerjaan yang bermutu.
Kepemimpinan yang efektif bisa dicapai melalui upaya dan pemahaman. Para pemimpin yang sukses sangat menyadari kekurangan dan kelemahan mereka dan bertindak membuat kekuatan dari kelemahan mereka. Pemimpin menentukan kerangka kerja sebagai dasar perusahaan yang dikendalikan. Dengan pengetahuan atas kesalahan umum ini, pemimpin bisa melengkapi dirinya dengan lebih baik untuk melakukan pengukuran pencegahan untuk masa depan yang lebih baik.
Seorang pemimpin perlu menyempurnakan ketrampilan dan kepemimpinannya agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Bagaimana caranya?
Para ahli manajemen sepakat bahwa memimpin perusahaan tidak sekedar mengelola angka-angka. Merumuskan strategi organisasi, konsentrasi meraih laba, dan people manajemen justru menjadi faktor penting dalam menentukan sukses tidaknya seorang pemimpin.
Ada lima unsur utama yang menentukan keberhasilan sebuah kepemimpinan organisasi, yakni produk berkualitas atau memiliki kekhasan tersendiri, momentum yang tepat, modal yang memadai, sumber daya manusia yang berkualitas, serta manajemen yang efektif. Kelima unsur tersebut, menurut Steven Brown dalam buku 13 Fatal Errors Managers Mistakes and How You Can Avoid Them, bersifat mutlak dan saling terkait.
Artinya, tanpa manajemen yang efektif, seorang pemimpin tidak akan bisa mengambil keputusan yang tepat mengenai spesifikasi produk dan momentum yang tepat untuk memperkenalkannya ke pasar. Perusahaan yang manajemennya amburadul juga tidak bisa mendapatkan modal yang memadai, apalagi mempertahankannya. Lebih dari itu, people hanya bisa dilatih dan dikembangkan dengan lebih baik jika manajemen yang memayunginya dalam kondisi baik pula.
Setiap pemimpin yang berpandangan ke depan semestinya memahami bahwa sumber daya yang tak ternilai dalam setiap perusahaan adalah potensi manusianya. Sebagai pemimpin, ia bertanggungjawab untuk mengembangkan bakat yang sangat luas tersebut. Sebegitu pentingnya unsur sumber daya manusia, seorang eksekutif puncak di sebuah perusahaan besar di Amerika pernah berujar: "Ambilah semua harta saya, asal bukan organisasinya. Maka dalam lima tahun kedepan saya akan bisa memperoleh semuanya kembali."
Masalahnya, tidak semua pemimpin mampu mengelola perusahaannya dengan benar. Menurut catatan Steven Brown yang telah bertahun-tahun bertugas sebagai konsultan, setidaknya ada beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Kesalahan tersebut adalah:
Gagal Mengembangkan Orang
Salah satu tujuan utama manajemen adalah kelangsungan bisnis itu sendiri, meski ada perubahan waktu danorang-orang yang mengelolanya. Itu artinya, jika suatu saat perusahaan yang anda bangun akhirnya menjadi runtuh setelah anda tinggalkan, maka anda layak merasa bersalah dan gagal dalam mengembangkan estafet kepemimpinan.
Sering terjadi, karena berbagai alasan, tidak percaya kemampuan seseorang, misalnya seorang pemimpin merasa perlu melakukan segala sesuatunya sendiri. Tidak ada pelimpahan wewenang dan kekuasaan. Akibatnya, selain disibukkan oleh urusan yang sebenarnya tidak perlu, pemimpin tadi secara tidak sadar telah melewatkan kesempatan untuk menciptakan kader-kader pemimpin baru.
Jika anda ragu mengenai perlunya membangun people sekuat mungkin, ilustrasi berikut bisa menjadi gambaran. Seseorang memulai sebuah usaha, dan usaha itu terus bertahan selama ia masih bekerja. Lalu, perusahaan itu perlahan-lahan lenyap setelah para penggantinya menggantikan selama kurang lebih setengah jangka waktu kerja suatu generasi.
Mengendalikan Hasil, Bukan Mengendalikan Cara
Cara berpikir seseorang tentu berbeda-beda. Ini pula yang menjadi sebab mengapa beberapa orang bisa lebih produktif ketimbang yang lain. Kebanyakan pemimpin sering memukul rata mengenai unjuk kerja karyawannya. Terlebih lagi untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat mudah terlihat hasilnya, seperti bidang penjualan.
Padahal setiap karyawan, seperti tadi sudah disinggung memiliki cara pandang dan perasaan yang berbeda-beda untuk suatu masalah. Karena itu untuk menghindari persepsi yang keliru itu, seorang pemimpin mesti melihat dalam sebuah kerangka rangkaian yang utuh, yakni melalui pikiran, perasaan atau akal budi, kegiatan dan lama-lama menjadi kebiasaan, lalu memberikan hasil. Jika rangkaian tersebut dipergunakan, maka pemimpin akan dengan mudah melakukan perubahan drastis dalam membangun produktifitas karyawan.
Bergabung dengan Kelompok yang Keliru
Poin utama pada masalah ini adalah bagaimana seorang pemimpin mengembangkan sikap, terutama tentang kesetiaan. Seorang pemimpin sering dijadikan sebagai pejuang bagi orang-orang yang melawan kebajikan, tujuan dan sasaran perusahaan.
Jika hal itu terjadi, anda harus menolak sekalipun yang mengajak anda adalah seorang pemimpin sejawat anda atau sekumpulan beberapa karyawan.
Seragam dalam Mengelola Orang
Pemimpin yang mengelola anak buahnya dengan cara yang sama atau satu teknik saja, seringkali mengalami kekecewaan. Pemimpin yang baik mestinya peka terhadap perbedaan dan kepribadian masing-masing staf. Oleh karena itu, pemimpin harus menyadari dan memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai sebuah kekuatan. Melupakan Pentingnya Laba Tujuan utama sebuah organisasi adalah menjaga kelangsungan organisasi tersebut. Untuk tujuan tersebut, perusahaan mestilah meraih laba untuk membiayai kelangsungan tersebut. Seringkali terjadi, di perusahaan masing-masing divisi merasa lebih penting ketimbang divisi yang lain. Hal ini bisa membuat seorang pemimpin tidak fokus dan akhirnya melupakan pentingnya laba. Terpaku Pada Persoalan, Lupa Tujuan Salah satu alasan mengapa seorang pemimpin tidak efektif adalah karena ia terpaku pada masalah-masalah sederhana, misalnya kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan anak buahnya atau orang lain. Daripada membuang-buang energi untuk mencari-cari kesalahan orang lain, tentu lebih baik jika seorang pemimpin melakukan pendekatan lain. Misalnya dengan mencari tahu, apa yang mempengaruhi prestasi seseorang. Bersikap Sebagai Sesama, Bukan Pemimpin Usai jam kantor, banyak pemimpin perusahaan yang ingin bersikap sebagai orang biasa seperti sesama karyawan yang lain. Kemudian esok paginya ia akan bersikap sebagai pemimpin lagi. Banyak karyawan yang tidak bisa menerima sikap seperti itu. Seorang pemimpin memang harus memilih: menjadi pemimpin atau menjadi sesama karyawan. Tidak ada jalan tengah dalam situasi seperti itu. Alasannya sederhana, kalau tindakan seorang pemimpin terhadap karyawan sembrono, maka sebenarnya ia tidak hanya tidak menghormati karyawannya. Lebih dari itu ia juga telah mengajarkan kepada karyawan untuk tidak menghormati atasannya. Seorang pemimpin tidak boleh terjebak pada perannya sebagai sahabat, psikiater atau pastor. Tugas pemimpin adalah bagaimana mengelola kehidupan sebuah perusahaan. Gagal Menentukan Standar Banyak pemimpin yang tidak menyukai konsep menentukan standar. Bahkan mungkin mereka ingin menghindari pembicaraan tentang hal itu, karena mereka menilai standar sebagai cara untuk menghukum mereka yang gagal memproduksi atau yang tidak kompromistis. Orang yang beranggapan demikian sebenarnya tidak memahami salah satu kunci perusahaan yang dikelola dengan baik. Perusahaan memang tidak usah memaksa orang untuk tunduk kepada sederetan panjang peraturan, tetapi ia harus mempunyai sasaran untuk membangun kebanggan pribadi dan perusahaan.
PERLAHAN MANUSIA TERKIKIS OLEH ROBOT
LONDON - (Berita SuaraMedia) Kemajuan teknologi robot dapat menggantikan tentara manusia di medan perang. Kemungkinan ini tentu bukan isapan jempol semata. Seperti film Terminator, robot-robot mendominasi medan perang dan lebih efektif dalam menumpas musuh.
Apa yang terjadi di film Terminator ternyata dapat terelasisasi di medan pertempuran saat ini. Itu artinya, baku tembak di pertempuran bisa digantikan oleh robot, seiring meningkatnya protes banyaknya tentara manusia yang tewas di medan laga.
Diperkirakan, perang di masa depan akan lebih banyak dimainkan oleh robot-robot berteknologi tinggi. Tujuan utamanya untuk meminimalisir jumlah korban prajurit yang bertempur. "Kini, sekitar 8.000 robot telah diterjunkan di medan perang. Mereka dipercaya akan membawa misi revolusi militer. Sebagian besar robot kini diterjunkan ke darat dengan tugas non-tempur seperti penjinakkan bom dan pesawat tanpa awak," paparnya.
Quinn mengutarakan, di masa depan sangat menjanjikan penggunaan lebih banyak tentara robot di medan tempur, termasuk kendaraan perang tanpa awak manusia. "Semakin dekat, Anda akan ditembak. Inilah kelebihan robot yang mampu dikendalikan dari jarak jauh," paparnya, seperti dikutip dari BBC.
Dia menegaskan, robot-robot bersenjata itu hanya dioperasikan dibawah kontrol tentara manusia. Alasannya, hingga kini, kata dia, robot tidak dapat beroperasi sendiri. Namun, menurut Peter Singer, penulis buku Wired for War, kecepatan perang modern akan membuat kontrol manusia semakin sulit.
Seperti halnya sistem pertahanan artileri otomatis yang diterapkan di Afghanistan. "Sistem tersebut akan menembak jika ditembak. Kita tidak dapat menghentikannya, kita hanya dapat mengaktifkannya," papar Singer.
Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana jika robot tersebut menyerang target yang tidak seharusnya dan melanggar hukum perang? Akademisi Amerika Serikat Patrick Lin yang bekerja untuk membuat etika robot untuk militer, mengungkapkan, robot dapat diprogram untuk mengikuti standar tertentu.
Meski demikian, dia tetap mempertanyakan, "Benarkah kita dapat melakukan itu dengan komputer kita?" ujarnya. Saat ini, Amerika Serikat (AS) telah menggunakan robot-robot canggih di pertempuran, baik itu di Irak maupun di Afghanistan.
Pentagon telah membuat kendaraan tanpa pengemudi yang disebut EATR. Robot mobil itu dapat mengisi ulang bahan bakar sendiri dengan materi organik ketika berjalan jarak jauh. Penemu EATR, Dr Robert Finkelstein dari Robotic Technology Inc, mengungkapkan, penemuannya membutuhkan bahan-bahan organik sebagai bahan bakar dan lebih vegetarian dibandingkan manusia.
"Robot hanya dapat melakukan apa yang diprogramkan, dan dia memiliki fitur-fitur tertentu," tambahnya. Menurut Finkelstein, robot mampu menghindari kesalahan yang dilakukan prajurit manusia. Dia menuturkan, robot diprogram dengan secukupnya dan dibuat agar sedikit melakukan kesalahan seperti membunuh warga tak bersalah, dan kelompok bukan musuh.
"Robot tidak memiliki ikatan emosional, mereka tidak memiliki rasa takut, mereka dapat bertindak dalam beberapa situasi," ungkapnya. Namun, pihak yang lebih skeptis seperti Profesor Noel Sharkey, pendiri Komite Internasional untuk Kontrol Robot Bersenjata, mengatakan manusia lebih akuntabel sedangkan mesin tidak.
"Anda dapat melatih robot seperti apa pun yang Anda inginkan, dan menjadikannya mematuhi semua aturan di dunia. Tapi, jika apa yang diprogramkan tidak benar, jadi ya begitulah," paparnya.
Dengan revolusi militer, Christopher Coker dari the London School of Economics, menjelaskan, komputer tidak mampu menstimulasikan "etos pahlawan", pemikiran, dan etika tentara profesional. Selama ini, revolusi militer robot telah diterapkan dalam pesawat udara seperti pesawat tanpa awak milik AS di Afghanistan.
Sedangkan penerapan robot di darat, masih terbatas. Sementara itu, Yoshiyuki Sankai, pakar robot ternama dari Jepang, menciptakan HAL (hybrid assistive limb), yaitu pakaian robotik yang telah dikembangkan untuk membantu gerakan dan menambah tenaga orang yang memakainya.
Sankai menerima undangan resmi dari Departemen Pertahanan Jepang untuk mempresentasikan "pakaian robot" yang dibuatnya. Sedanngkan Brian Hart yang kehilangan putranya, John Hart, yang gugur dalam perang Irak pada Oktober 2003, membuat Brian sukses menciptakan robot pendeteksi bom.
Dia pun membuat sebuah kendaraan robot yang dirancang khusus untuk menjinakkan bom. Robot yang dinamakan LandShark (Hiu Darat) itu dilengkapi sejumlah sensor canggih yang dapat mendeteksi dan menonaktifkan bom
Seperti yang kita tahu bahwa dewasa ini memang Kemajuan kecerdasaan buatan meningkat dengan sangat mengagumkan. Dimulai dari lahirnya Deep Blue yang diciptakan oleh IBM, yang mampu mengalahkan pecatur legendaris Kaskarov. Serta proyek ambisius negara Jepang untuk menciptakan komputer generasi ke 5 yang berbasis Artificial Intellegence.
Tapi tahukah kamu bahwa pengembangan - pengembangan robot semacam ini telah ada sejak zaman dahulu, Ternyata bentuk robot atau makhluk yang seperti robot telah ada sebelum jaman masehi. Kita mungkin telah mengenal beberapa legenda masyarakat eropa tentang Golem (Makhluk seperti manusia yang terbentuk dari batu atau tanah liat) atau para pembantu Hephaestus yang terbuat dari mesin – mesin dari Yunani. Tapi tidak hanya berupa imajinasi saja, Ctesibius dari Alexandria (250 SM) telah berhasil membuat organ (alat musik) otomatis.
Lalu sarjawan muslim, Al – Jazari (1136 – 1206 ) yang membuat sebuah rancangan tentang robot yang dapat diprogram. Robot menurut etimologinya berarti pekerja, yang bekerja keras, atau budak. Robot dapat diartikan sebagai mechanical creature (makhluk yang berbentuk seperti mesin). Keinginan manusia untuk menciptakan sebuah makhluk cerdas yang dapat bekerja tanpa protes dan patuh telah dilakukan sejak jaman renessaince hingga kini. Mulai dari sekedar rancangan dan impian lalu kini telah menjadi kenyataan
Demikian pula kemajuan embedded system khususnya dibidang robotika. Kelahiran P3 yang menjadi cikal bakal ASIMO sebagai robot humanoid yang telah diterapkan untuk membantu manusia, telah menunjukkan betapa dahsyatnya perkembangan teknologi embedded khususnya bidang robotika. Perkembangan robot saat ini ternyata dipandang positif oleh departemen militer Amerika Serikat. Dimulai dari proyek pesawat tanpa awak yang digunakan pada perang teluk II dan hingga robot yang mampu mendeteksi arah tembakan sniper. Pengembangan robot yang mampu menggantikan tentara manusia di medan perang tidak mustahil telah dilakukan oleh negara – negara maju. Makalah ini berfokus kepada kehadiran robot militer di masa depan, dimana di satu pihak kehadiran robot ini oleh pengembangnya dipandang dapat menurunkan angka kematian prajurit. Di pihak yang lain, keberadaannya hanya memperburuk keadaan saat ini.
Kemajuan perangkat keras khususnya mikroprosessor dan mikrokontroller turut serta mengambil bagian dalam teknologi robot. Mikroprosessor yang menjadi bagian terpenting dalam teknologi robot, mengakibatkan robot tidak lagi hanya dapat berjalan, tetapi dapat tersenyum, tertawa, sedih dengan melihat keadaan sekitar seperti Kismet robot buatan Dr Cynthia. Penemuan ini lalu mengakibatkan pembuatan robot tidak hanya berkonsentrasi pada gerak, jumlah kaki dan tugas kerja saja. Keinginan untuk dapat membuat robot yang memiliki perasaan seperti layaknya manusia dan kecerdasaan seperti manusia pun mulai dilakukan. Mimpi ini mungkin telah diwakili oleh film – film animasi Jepang seperti Astro Boy atau Doraemon. Jepang merupakan negara yang menghabiskan dana terbesar dalam riset dan proyek penelitian robot. Hal ini dapat dilihat dari implementasi robot yang dilakukan oleh negara ini. Mulai dari robot pelayan yang menyajikan makanan hingga robot yang mampu menggantikan seorang presenter televisi.
Sisi ambisius manusia dalam pengembangan robot ternyata tidak hanya berhenti pada bidang pelayanan umum. Keinginan membuat sebuah alat perang yang tidak mungkin menolak perintah dan tidak ragu dalam mengerjakan misi tentunya menjadi impian para petinggi militer di negara manapun juga. Prajurit manusia dianggap memiliki banyak sekali kelemahan, seperti moral yang kadang naik dan turun. Keterlibatan perasaan saat menjalankan misi dan kemampuan untuk membangkang dari perintah. Hal ini juga tidak terlepas dari kurangnya minat para pemuda di negara maju untuk menjadi tentara. Sehingga wajib militer pun harus dikeluarkan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah ketika seorang prajurit gugur di medan perang, kepada keluarga yang ditinggalkan.
Hal – hal seperti diatas lah yang mengakibatkan sebuah robot yang dapat berperang dan menggantikan peran tentara di medan perang sangat dibutuhkan. Bila dilihat dari sisi ekonomis tentunya ini lebih murah dibanding biaya yang harus dikeluarkan untuk mentraining seorang manusia untuk dapat menjadi tentara yang baik.
Dari sisi delivery, robot tentara lebih unggul dari prajurit manusia. Robot tentara dapat diproduksi masal. Bisa jadi sebuah pabrik dapat menghasilkan puluhan ribu robot dalam sebulannya, dibandingkan harus mencari dan merekut pemuda yang berusia 18 – 25 tahun.
Banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh oleh sebuah negara jika mampu mengembangkan robot tentara ini. Tidak ada lagi prajurit yang harus dikobarkan, dan tidak ada lagi keluarga prajurit yang harus menangis karena sanak keluarganya tewas di medan pertempuran.
Amerika sebagai negara adikuasa tentunya sudah memikirkan masak – masak tentang robot – robot yang mampu berperang. Kehadiran pesawat tempur tanpa awak dalam perang teluk ke II sudah menunjukkan keseriusan militer Amerika dalam pengembangan embedded system, kecerdasaan buatan dan teknologi robot di bidang militer.
Seperti yang telah kita ketahui, internet mulanya adalah proyek Departement of Defense Amerika Serikat untuk membuat sebuah sistem komunikasi yang tidak akan mudah hancur karena serangan fisik. Teknologi wireless seperti handphone yang kini telah menjadi kebutuhan sehari – hari komunikasi di Indonesia, juga tidak terlepas dari kebutuhan militer yang berkeinginan agar setiap prajurit dapat berkomunikasi dengan pusat komando dengan mudah. Atau di Indonesia sendiri, penggunaan robot oleh tim Gegana dalam menjinakkan bom juga termasuk contoh implementasinya.
Israel sendiri sebagai negara yang memiliki hubungan tidak baik dengan para negara tetangganya juga dikabarkan telah mengembangkan tank – tank wireless yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Tentunya hal ini sangat luar biasa bila dilihat dari sisi teknologi embedded. Dapat saja terjadi di masa depan dimana setiap instrumen – instrumen militer dapat digerakkan dari jarak ribuan kilometer.
Jika tadi kehadiran robot – robot militer dilihat dari sudut pandang yang menguntungkan, tetap saja robot – robot militer tersebut tetap memiliki tujuan yang sama dengan tentara manusia yaitu sebagai alat yang digunakan untuk menghancurkan musuh. Tetap saja sasaran – sasaran yang dihancurkan sama, jika tidak perangkat militer, bangunan pasti manusia. Hal – hal inilah yang mungkin membuat beberapa peneliti / pengembang tidak setuju penggunaan robot dalam militer.
Robot – robot ataupun instrumen militer yang dibuat tentunya lebih efektif dibandingkan tentara manusia, mereka tidak ragu dalam menembakan peluru, rudal maupun misil ke arah orang dewasa maupun anak – anak. Tidak ada perasaan yang dilibatkan hanya perintah dan kode – kode instruksi yang dijalankan dalam bentuk bit – bit oleh mikroprosessor, 100% efektif.
Manusia pun juga sudah menyadari akan ketakutan tentang kehadiran robot – robot dalam militer. Hal ini dapat dilihat dari film Terminator yang diproduksi oleh Hollywood. Dimana robot – robot militer lepas kontrol.
Penggunaan embedded system dan artificial intellegence memberikan kemudahan pada manusia di berbagai bidang. Implementasi dari embedded system dan artificial intellegence adalah teknologi robotika. Fungsi robot sangat membantu baik di bidang industri hingga medis. Robot juga memiliki kemampuan menggantikan manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berbahaya seperti peran astronot di stasiun antariksa.
Polemik penggunaan teknologi robot dalam bidang militer telah menjadi perdebatan para ahli. Baik itu keuntungan yang dapat diperoleh serta kerugian yang akan dirasakan. Setiap teknologi yang diciptakan manusia dapat menjadi pedang bermata dua yang tiba-tiba dapat menyerang siapapun termasuk tuannya sendiri. Hal ini telah diketahui semenjak dinamit hingga bom atom ditemukan.
Apa yang terjadi di film Terminator ternyata dapat terelasisasi di medan pertempuran saat ini. Itu artinya, baku tembak di pertempuran bisa digantikan oleh robot, seiring meningkatnya protes banyaknya tentara manusia yang tewas di medan laga.
Diperkirakan, perang di masa depan akan lebih banyak dimainkan oleh robot-robot berteknologi tinggi. Tujuan utamanya untuk meminimalisir jumlah korban prajurit yang bertempur. "Kini, sekitar 8.000 robot telah diterjunkan di medan perang. Mereka dipercaya akan membawa misi revolusi militer. Sebagian besar robot kini diterjunkan ke darat dengan tugas non-tempur seperti penjinakkan bom dan pesawat tanpa awak," paparnya.
Quinn mengutarakan, di masa depan sangat menjanjikan penggunaan lebih banyak tentara robot di medan tempur, termasuk kendaraan perang tanpa awak manusia. "Semakin dekat, Anda akan ditembak. Inilah kelebihan robot yang mampu dikendalikan dari jarak jauh," paparnya, seperti dikutip dari BBC.
Dia menegaskan, robot-robot bersenjata itu hanya dioperasikan dibawah kontrol tentara manusia. Alasannya, hingga kini, kata dia, robot tidak dapat beroperasi sendiri. Namun, menurut Peter Singer, penulis buku Wired for War, kecepatan perang modern akan membuat kontrol manusia semakin sulit.
Seperti halnya sistem pertahanan artileri otomatis yang diterapkan di Afghanistan. "Sistem tersebut akan menembak jika ditembak. Kita tidak dapat menghentikannya, kita hanya dapat mengaktifkannya," papar Singer.
Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana jika robot tersebut menyerang target yang tidak seharusnya dan melanggar hukum perang? Akademisi Amerika Serikat Patrick Lin yang bekerja untuk membuat etika robot untuk militer, mengungkapkan, robot dapat diprogram untuk mengikuti standar tertentu.
Meski demikian, dia tetap mempertanyakan, "Benarkah kita dapat melakukan itu dengan komputer kita?" ujarnya. Saat ini, Amerika Serikat (AS) telah menggunakan robot-robot canggih di pertempuran, baik itu di Irak maupun di Afghanistan.
Pentagon telah membuat kendaraan tanpa pengemudi yang disebut EATR. Robot mobil itu dapat mengisi ulang bahan bakar sendiri dengan materi organik ketika berjalan jarak jauh. Penemu EATR, Dr Robert Finkelstein dari Robotic Technology Inc, mengungkapkan, penemuannya membutuhkan bahan-bahan organik sebagai bahan bakar dan lebih vegetarian dibandingkan manusia.
"Robot hanya dapat melakukan apa yang diprogramkan, dan dia memiliki fitur-fitur tertentu," tambahnya. Menurut Finkelstein, robot mampu menghindari kesalahan yang dilakukan prajurit manusia. Dia menuturkan, robot diprogram dengan secukupnya dan dibuat agar sedikit melakukan kesalahan seperti membunuh warga tak bersalah, dan kelompok bukan musuh.
"Robot tidak memiliki ikatan emosional, mereka tidak memiliki rasa takut, mereka dapat bertindak dalam beberapa situasi," ungkapnya. Namun, pihak yang lebih skeptis seperti Profesor Noel Sharkey, pendiri Komite Internasional untuk Kontrol Robot Bersenjata, mengatakan manusia lebih akuntabel sedangkan mesin tidak.
"Anda dapat melatih robot seperti apa pun yang Anda inginkan, dan menjadikannya mematuhi semua aturan di dunia. Tapi, jika apa yang diprogramkan tidak benar, jadi ya begitulah," paparnya.
Dengan revolusi militer, Christopher Coker dari the London School of Economics, menjelaskan, komputer tidak mampu menstimulasikan "etos pahlawan", pemikiran, dan etika tentara profesional. Selama ini, revolusi militer robot telah diterapkan dalam pesawat udara seperti pesawat tanpa awak milik AS di Afghanistan.
Sedangkan penerapan robot di darat, masih terbatas. Sementara itu, Yoshiyuki Sankai, pakar robot ternama dari Jepang, menciptakan HAL (hybrid assistive limb), yaitu pakaian robotik yang telah dikembangkan untuk membantu gerakan dan menambah tenaga orang yang memakainya.
Sankai menerima undangan resmi dari Departemen Pertahanan Jepang untuk mempresentasikan "pakaian robot" yang dibuatnya. Sedanngkan Brian Hart yang kehilangan putranya, John Hart, yang gugur dalam perang Irak pada Oktober 2003, membuat Brian sukses menciptakan robot pendeteksi bom.
Dia pun membuat sebuah kendaraan robot yang dirancang khusus untuk menjinakkan bom. Robot yang dinamakan LandShark (Hiu Darat) itu dilengkapi sejumlah sensor canggih yang dapat mendeteksi dan menonaktifkan bom
Seperti yang kita tahu bahwa dewasa ini memang Kemajuan kecerdasaan buatan meningkat dengan sangat mengagumkan. Dimulai dari lahirnya Deep Blue yang diciptakan oleh IBM, yang mampu mengalahkan pecatur legendaris Kaskarov. Serta proyek ambisius negara Jepang untuk menciptakan komputer generasi ke 5 yang berbasis Artificial Intellegence.
Tapi tahukah kamu bahwa pengembangan - pengembangan robot semacam ini telah ada sejak zaman dahulu, Ternyata bentuk robot atau makhluk yang seperti robot telah ada sebelum jaman masehi. Kita mungkin telah mengenal beberapa legenda masyarakat eropa tentang Golem (Makhluk seperti manusia yang terbentuk dari batu atau tanah liat) atau para pembantu Hephaestus yang terbuat dari mesin – mesin dari Yunani. Tapi tidak hanya berupa imajinasi saja, Ctesibius dari Alexandria (250 SM) telah berhasil membuat organ (alat musik) otomatis.
Lalu sarjawan muslim, Al – Jazari (1136 – 1206 ) yang membuat sebuah rancangan tentang robot yang dapat diprogram. Robot menurut etimologinya berarti pekerja, yang bekerja keras, atau budak. Robot dapat diartikan sebagai mechanical creature (makhluk yang berbentuk seperti mesin). Keinginan manusia untuk menciptakan sebuah makhluk cerdas yang dapat bekerja tanpa protes dan patuh telah dilakukan sejak jaman renessaince hingga kini. Mulai dari sekedar rancangan dan impian lalu kini telah menjadi kenyataan
Demikian pula kemajuan embedded system khususnya dibidang robotika. Kelahiran P3 yang menjadi cikal bakal ASIMO sebagai robot humanoid yang telah diterapkan untuk membantu manusia, telah menunjukkan betapa dahsyatnya perkembangan teknologi embedded khususnya bidang robotika. Perkembangan robot saat ini ternyata dipandang positif oleh departemen militer Amerika Serikat. Dimulai dari proyek pesawat tanpa awak yang digunakan pada perang teluk II dan hingga robot yang mampu mendeteksi arah tembakan sniper. Pengembangan robot yang mampu menggantikan tentara manusia di medan perang tidak mustahil telah dilakukan oleh negara – negara maju. Makalah ini berfokus kepada kehadiran robot militer di masa depan, dimana di satu pihak kehadiran robot ini oleh pengembangnya dipandang dapat menurunkan angka kematian prajurit. Di pihak yang lain, keberadaannya hanya memperburuk keadaan saat ini.
Kemajuan perangkat keras khususnya mikroprosessor dan mikrokontroller turut serta mengambil bagian dalam teknologi robot. Mikroprosessor yang menjadi bagian terpenting dalam teknologi robot, mengakibatkan robot tidak lagi hanya dapat berjalan, tetapi dapat tersenyum, tertawa, sedih dengan melihat keadaan sekitar seperti Kismet robot buatan Dr Cynthia. Penemuan ini lalu mengakibatkan pembuatan robot tidak hanya berkonsentrasi pada gerak, jumlah kaki dan tugas kerja saja. Keinginan untuk dapat membuat robot yang memiliki perasaan seperti layaknya manusia dan kecerdasaan seperti manusia pun mulai dilakukan. Mimpi ini mungkin telah diwakili oleh film – film animasi Jepang seperti Astro Boy atau Doraemon. Jepang merupakan negara yang menghabiskan dana terbesar dalam riset dan proyek penelitian robot. Hal ini dapat dilihat dari implementasi robot yang dilakukan oleh negara ini. Mulai dari robot pelayan yang menyajikan makanan hingga robot yang mampu menggantikan seorang presenter televisi.
Sisi ambisius manusia dalam pengembangan robot ternyata tidak hanya berhenti pada bidang pelayanan umum. Keinginan membuat sebuah alat perang yang tidak mungkin menolak perintah dan tidak ragu dalam mengerjakan misi tentunya menjadi impian para petinggi militer di negara manapun juga. Prajurit manusia dianggap memiliki banyak sekali kelemahan, seperti moral yang kadang naik dan turun. Keterlibatan perasaan saat menjalankan misi dan kemampuan untuk membangkang dari perintah. Hal ini juga tidak terlepas dari kurangnya minat para pemuda di negara maju untuk menjadi tentara. Sehingga wajib militer pun harus dikeluarkan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah ketika seorang prajurit gugur di medan perang, kepada keluarga yang ditinggalkan.
Hal – hal seperti diatas lah yang mengakibatkan sebuah robot yang dapat berperang dan menggantikan peran tentara di medan perang sangat dibutuhkan. Bila dilihat dari sisi ekonomis tentunya ini lebih murah dibanding biaya yang harus dikeluarkan untuk mentraining seorang manusia untuk dapat menjadi tentara yang baik.
Dari sisi delivery, robot tentara lebih unggul dari prajurit manusia. Robot tentara dapat diproduksi masal. Bisa jadi sebuah pabrik dapat menghasilkan puluhan ribu robot dalam sebulannya, dibandingkan harus mencari dan merekut pemuda yang berusia 18 – 25 tahun.
Banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh oleh sebuah negara jika mampu mengembangkan robot tentara ini. Tidak ada lagi prajurit yang harus dikobarkan, dan tidak ada lagi keluarga prajurit yang harus menangis karena sanak keluarganya tewas di medan pertempuran.
Amerika sebagai negara adikuasa tentunya sudah memikirkan masak – masak tentang robot – robot yang mampu berperang. Kehadiran pesawat tempur tanpa awak dalam perang teluk ke II sudah menunjukkan keseriusan militer Amerika dalam pengembangan embedded system, kecerdasaan buatan dan teknologi robot di bidang militer.
Seperti yang telah kita ketahui, internet mulanya adalah proyek Departement of Defense Amerika Serikat untuk membuat sebuah sistem komunikasi yang tidak akan mudah hancur karena serangan fisik. Teknologi wireless seperti handphone yang kini telah menjadi kebutuhan sehari – hari komunikasi di Indonesia, juga tidak terlepas dari kebutuhan militer yang berkeinginan agar setiap prajurit dapat berkomunikasi dengan pusat komando dengan mudah. Atau di Indonesia sendiri, penggunaan robot oleh tim Gegana dalam menjinakkan bom juga termasuk contoh implementasinya.
Israel sendiri sebagai negara yang memiliki hubungan tidak baik dengan para negara tetangganya juga dikabarkan telah mengembangkan tank – tank wireless yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Tentunya hal ini sangat luar biasa bila dilihat dari sisi teknologi embedded. Dapat saja terjadi di masa depan dimana setiap instrumen – instrumen militer dapat digerakkan dari jarak ribuan kilometer.
Jika tadi kehadiran robot – robot militer dilihat dari sudut pandang yang menguntungkan, tetap saja robot – robot militer tersebut tetap memiliki tujuan yang sama dengan tentara manusia yaitu sebagai alat yang digunakan untuk menghancurkan musuh. Tetap saja sasaran – sasaran yang dihancurkan sama, jika tidak perangkat militer, bangunan pasti manusia. Hal – hal inilah yang mungkin membuat beberapa peneliti / pengembang tidak setuju penggunaan robot dalam militer.
Robot – robot ataupun instrumen militer yang dibuat tentunya lebih efektif dibandingkan tentara manusia, mereka tidak ragu dalam menembakan peluru, rudal maupun misil ke arah orang dewasa maupun anak – anak. Tidak ada perasaan yang dilibatkan hanya perintah dan kode – kode instruksi yang dijalankan dalam bentuk bit – bit oleh mikroprosessor, 100% efektif.
Manusia pun juga sudah menyadari akan ketakutan tentang kehadiran robot – robot dalam militer. Hal ini dapat dilihat dari film Terminator yang diproduksi oleh Hollywood. Dimana robot – robot militer lepas kontrol.
Penggunaan embedded system dan artificial intellegence memberikan kemudahan pada manusia di berbagai bidang. Implementasi dari embedded system dan artificial intellegence adalah teknologi robotika. Fungsi robot sangat membantu baik di bidang industri hingga medis. Robot juga memiliki kemampuan menggantikan manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berbahaya seperti peran astronot di stasiun antariksa.
Polemik penggunaan teknologi robot dalam bidang militer telah menjadi perdebatan para ahli. Baik itu keuntungan yang dapat diperoleh serta kerugian yang akan dirasakan. Setiap teknologi yang diciptakan manusia dapat menjadi pedang bermata dua yang tiba-tiba dapat menyerang siapapun termasuk tuannya sendiri. Hal ini telah diketahui semenjak dinamit hingga bom atom ditemukan.
batIk raUp milyaran Rupiah per buLan
Pamor batik makin cemerlang, baik di dalam maupun di luar negeri. Momentum ini tak disia-siakan oleh banyak pelaku industri batik. Mereka memanfaatkannya untuk memperkenalkan berbagai jenis batik inovatif, yang mengikuti perkembangan zaman dan permintaan pasar. Batik Gadis Bali, misalnya, mengusung batik impresionisme sebagai bentuk kreativitas pembuatnya.
Seluruh masyarakat Indonesia, baik tua maupun muda, tampaknya sudah makin menaruh perhatian kepada batik. Hal itu tentu saja tak luput dari peran para perajin batik yang gencar menciptakan beragam motif, warna, dan desain batik yang inovatif.
Batik inovatif ini masih memegang pakem dasar pembuatan batik. Namun, perajin kemudian mengolaborasikannya dengan berbagai ide kekinian, baik dalam hal pemilihan warna maupun motif batik.
Itulah sebabnya kemudian muncul sebutan batik impresionisme untuk menyebut kombinasi batik tradisional dan modern yang menciptakan corak dan warna batik yang lebih bervariasi.
Salah satu perajin batik modern adalah Gina Sutono. Melalui merek batik Gadis Bali, Gina menciptakan beragam motif dan warna batik yang lebih ekspresif dengan memasukkan karakter warna-warna alam.
Batik buatannya memang terkesan kuat dalam permainan warna. Ia tak segan menggunakan warna merah, ungu, biru, bahkan oranye pada kain batik buatannya. Sementara, motif-motifnya lebih banyak bermain dengan bentuk bunga-bungaan. "Tiap perajin batik pasti memiliki karakter tersendiri dalam membuat batik seperti ini. Sehingga, tidak akan sama hasil batik dari satu perajin dengan batik dari perajin lainnya," katanya.
Gina yang telah tiga tahun menjalankan bisnis batik ini memiliki bengkel pembuatan batik di Solo dan Bali. Dari dua bengkel batiknya itu, ia bisa memproduksi sebanyak 60.000 meter kain batik per bulan.
Harga jual batiknya berkisar Rp 90.000-Rp 120.000 per meter. "Harganya tergantung dari corak dan kerumitan perwarnaannya," ujarnya. Dari harga tersebut, ia mengantongi margin 20%.
Gina memang tak bersedia buka-bukaan secara pasti mengenai besarnya omzet batiknya. Tapi, menilik dari hasil produksinya, jika produksi itu terjual semua, Gina bisa meraup penghasilan minimal sekitar Rp 5,4 miliar per bulan.
Batik impresionisme buatan Gina tidak sepenuhnya melalui buatan tangan. Dalam proses pembuatan motif ia menggunakan proses cap. Sementara ketika proses pewarnaan, barulah menggunakan tangan.
Tak hanya laku di pasaran lokal, batik impresionisme Gina pun banyak dilirik oleh pecinta batik dari luar negeri. Jika tidak ada aral melintang, paruh kedua tahun ini Gina bakal mengekspor batiknya ke Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Rencananya, ia bakal mengirim 60.000 meter batik setiap empat bulan sekali.
Ia mengatakan, margin batik ekspor tidak setinggi penjualan batik di dalam negeri. Tapi, kuantitas pengiriman dan pengulangan order tiap kuartal bakal menutup tipisnya margin yang ia dapat.
Perajin batik modern asal Pekalongan, Suliro Agiyoso, menambahkan, penciptaan motif batik modern seperti ini tergantung dari kreativitas masing-masing perajin. Lantaran Suliro berasal dari Pekalongan, batik modernnya sedikit banyak terpengaruh motif khas daerah ini.
Suliro mempertahankan warna-warna batik yang cerah dengan perpaduan banyak warna. Sementara, motif batik buatannya tak hanya menggunakan motif-motif yang sudah begitu terkenal seperti parang, kawung ataupun sekar jagat.
Ia mampu menciptakan motif batik yang terinspirasi dari alam. Salah satunya motif sinar matahari.
Tak hanya batik cap dan batik cetak yang ia produksi. Suliro juga membuat batik tulis.
Berbeda dengan Gina, Suliro sudah menjual batiknya dalam bentuk pakaian jadi. Dalam sebulan Suliro bisa memproduksi 100 potong pakaian batik tulis.
Untuk batik cap kapasitas produksinya 600 potong per bulan. Sementara kapasitas produksi batik cetak sebanyak 250 potong per bulan.
Untuk batik tulis, harga jualnya Rp 85.000 per potong. Sementara, batik cetak harganya berkisar Rp 45.000 per potong dan sekitar Rp 65.000 per potong untuk batik cap. "Dari semua itu yang paling banyak laku adalah pakaian batik tulis," katanya.
Rata-rata tiap jenis batik buatannya mampu terjual sekitar 100 unit per bulan. Omzetnya sekitar Rp 20 juta per bulan. "Tapi, jika ada pesanan omzetnya bisa lebih besar dari itu," imbuhnya. Bulan lalu saja, Suliro mendapatkan pesanan sebanyak 600 potong pakaian batik cetak. Dari pesanan tersebut, ia mendapat omzet sebesar Rp 27 juta.
Omzetnya tersebut juga belum termasuk pemasukan dari penjualan ritel yang ia jalankan secara online melalui website.
Helmy Nor Amien, pemilik batik Prada Noer di Solo, bilang, tiap kota di Indonesia memang memiliki ketertarik-an tersendiri terhadap batik. Pada dasarnya, pasar Jakarta, Sumatra, dan luar negeri sudah lebih bisa menerima jenis batik modern yang penuh warna dan inovasi motif. "Sementara, seperti masyarakat Solo dan Yogyakarta masih lebih menyukai jenis batik yang tidak terlalu banyak keluar dari pakemnya," kata Helmy.
Masih sekitar 40% dari seluruh kapasitas produksi batiknya yang memasukkan unsur modern di dalamnya. "Tapi, prospek batik modern bagus karena bisa mengikuti perkembangan selera pasar," ujar Helmy.
Dari harga jual batiknya, Helmy menyasar kalangan menengah ke atas. Untuk harga pakaian batik tulis yang diproduksi Batik Prada Noer antara Rp 100.000-Rp 1 juta. Sementara, untuk batik prada yang berasal dari printing atau cap maksimal harganya Rp 500.000 per kain. Panjang kain antara 2,3 meter (m) sampai 2,5 m.
Ada pula Alis Widodo (32) yang menukik saat mendengar kata zat pewarna tekstil sintetis. Ia "antipati" terhadap zat warna itu karena membuat proses pewarnaan kain batik tidak ramah lingkungan. Akibatnya, pamor kesahajaan batik pun terus memudar hingga batik mulai sulit mendapat tempat di pasar internasional.
Pada awalnya pria yang tinggal di Dusun Kenteng, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo, DI Yogyakarta, ini tidak menganggap pewarna tekstil sintetis sebagai masalah. Selain harganya murah dan amat mudah digunakan, zat warna ini membuat batik juga terlihat semakin cemerlang.
"Belakangan saya baru sadar, ternyata di balik kecerahan warna kain batik modern, terdapat kekejaman terhadap alam yang luar biasa," tutur Widodo, yang sebelumnya bekerja membantu orangtua memasarkan produk tanah pertanian mereka.
Ia mengetahui kondisi tersebut pada akhir tahun 1990-an. Pada masa itu isu lingkungan hidup kerap menghiasi pemberitaan media massa. Salah satu yang paling santer adalah pencemaran sungai akibat proses pencelupan batik di sentra pembuatan kerajinan batik tradisional, seperti di Solo, Pekalongan, dan sejumlah kota besar lainnya di Jawa Tengah.
Membaca dan mendengar berita-berita itu, ia mengaku jengah. Selaku pencinta batik, ia tak rela kain warisan nenek moyang itu mendapat predikat buruk akibat tak ramah lingkungan.
"Tohokan terbesar saya rasakan pada tahun 1996. Ketika itu ada kabar Pemerintah Belanda menolak kehadiran batik. Alasannya, kain batik kita tak ramah lingkungan. Padahal, setahu saya, orang Belanda itu gandrung dengan batik kita," kata ayah satu anak ini.
Tindakan nyata
Mulai saat itulah ia berpikir harus melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan citra batik. Satu kunci sederhana adalah kain batik kembali diberi warna dengan menggunakan zat pewarna dari alam.
Langkah awal yang dia lakukan adalah mempelajari jenis-jenis pewarna batik alami. Ada tiga warna utama yang menjadi ciri khas dari batik yang berasal dari Keraton Yogyakarta, yakni sogan (coklat), biru, dan hitam.
Warna sogan belakangan diketahuinya berasal dari hasil rebusan kulit batang pohon mahoni. Sementara hitam adalah hasil perpaduan sogan dan biru. Lalu, bagaimana dengan warna biru?
"Pada awal tahun 2000 setelah membaca banyak buku, saya baru tahu kalau warna biru itu dihasilkan dari tanaman indigo atau dikenal sebagai daun tom," ceritanya.
Pada awal tahun 1800-an Pemerintah Hindia Belanda pernah mendirikan pabrik pewarna kain di Kulon Progo, tepatnya di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, dan Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah. Pewarna biru adalah komoditas utamanya. Sebagai bahan baku digunakan daun tom (indigofera tinctoria) yang banyak tumbuh di sekitar pabrik.
Proses pembelajarannya belum selesai. Selama dua tahun ia terus bereksperimen dengan daun tom agar bisa menghasilkan warna biru seperti yang diinginkan. Untuk itu, ia "berguru" pada cerita-cerita masyarakat yang sanak familinya pernah bekerja di pabrik pewarna kain.
"Warna biru itu diperoleh dari hasil fermentasi air rendaman daun tom yang mengalami oksidasi setelah dicampur kapur gamping," katanya.
Sukses menemukan kembali formula pasta warna biru, sekitar tahun 2003 dia mulai memproduksi batik warna alami. Ia mengambil kain-kain berpola yang sudah ditutupi dengan lilin malam di sekitar daerah Giriloyo, Imogiri, Bantul. Kain-kain itulah yang kemudian diwarnai dan dilorot (dihilangkan) lilin malamnya.
Proses ini tak kalah melelahkan. Agar mendapat warna biru gelap, misalnya, kain dicelupkan ke dalam pewarna hingga belasan kali. Demikian juga dengan penggunaan warna lain.
"Semua proses itu awalnya saya lakukan sendiri. Tak mudah mengajak orang yang mau bersusah-susah menghasilkan batik warna alami. Apalagi hasil pewarnaan alami tidak sebagus pewarna buatan. Banyak yang khawatir batik yang dihasilkan itu tidak laku," tuturnya.
Warna kusam
Kenyataan menghapus kekhawatiran itu. Batik alami banyak dicari orang, terutama turis asing. Warna kain batik yang kusam dan lembut justru menjadi daya tarik nostalgia bagi mereka. Widodo menangkap peluang ini.
Kerumitan proses dan kealamian warnanya telah membuat batik produksinya laris dengan harga tinggi. Selendang kain batik dengan bahan dasar sutra, misalnya, bisa laku dijual sekitar Rp 350.000 per potong.
Selain menjual kain batik, Widodo juga membuat pasta-pasta pewarna biru indigo. Pasta pewarna yang dia jual seharga Rp 40.000 per kilogram ini kemudian banyak dipesan desainer kain batik asal Ibu Kota dan pemilik-pemilik gerai batik yang tersebar di Kota Yogyakarta serta Solo. Dalam sebulan dia bisa menjual lebih dari 20 kilogram, baru dari pewarna biru indigo.
Sedikit demi sedikit Widodo lalu mengumpulkan modal untuk terus mengeksplorasi kekayaan warna kain alami. Daun mangga bisa diolahnya hingga menghasilkan warna hijau muda, sementara buah pinang akan menciptakan warna merah. Bahkan, kotoran sapi sekalipun bisa dia manfaatkan untuk mendapat warna kuning emas.
Widodo pun tidak lagi harus bekerja sendiri. Untuk memenuhi pesanan pasar yang terus berdatangan, dia merekrut pemuda di desanya sebagai tenaga pewarna batik. Dengan begitu dia bisa menularkan semangat menjaga kelestarian batik kepada generasi muda, selain berbagi rezeki dengan mereka.
Untuk tenaga khusus pewarna ada 1-2 orang yang membantunya, sedangkan untuk mencelup ada 15 orang. Tetapi, pada saat pesanan kain batik meningkat, seperti belakangan ini, dia akan menambah jumlah orang yang membantunya. Mereka yang bekerja sebagai pencelup mendapat upah Rp 15.000-Rp 20.000 untuk selembar kain.
Ketekunan dan kesetiaan Widodo dengan bahan-bahan pewarna alami membuatnya semakin dikenal. Maka, mulai tahun 2005 dia diminta membantu sosialisasi penggunaan pewarna alami oleh Paguyuban Pencinta Batik Indonesia "Sekar Jagad" Yogyakarta.
"Saya hanya berbagi pengalaman. Sekarang ini sudah banyak sentra kerajinan batik yang kembali memakai pewarna alami, seperti di Bantul, Gunung Kidul, kemudian juga di Tegal dan Semarang," ungkapnya senang.
Untuk memasarkan produknya, batik berpewarna alami, Widodo mengakui bahwa keterlibatannya dalam Paguyuban Pencinta Batik Indonesia "Sekar Jagad" Yogyakarta amat besar pengaruhnya.
"Paguyuban sering menggelar pameran-pameran. Saya ikutkan batik berpewarna alami itu dalam setiap pameran," katanya. Apalagi pameran pun semakin kerap digelar, terutama pascagempa yang melanda Yogyakarta, 27 Mei 2006. (fn/km/knt) www.suaramedia.com
Seluruh masyarakat Indonesia, baik tua maupun muda, tampaknya sudah makin menaruh perhatian kepada batik. Hal itu tentu saja tak luput dari peran para perajin batik yang gencar menciptakan beragam motif, warna, dan desain batik yang inovatif.
Batik inovatif ini masih memegang pakem dasar pembuatan batik. Namun, perajin kemudian mengolaborasikannya dengan berbagai ide kekinian, baik dalam hal pemilihan warna maupun motif batik.
Itulah sebabnya kemudian muncul sebutan batik impresionisme untuk menyebut kombinasi batik tradisional dan modern yang menciptakan corak dan warna batik yang lebih bervariasi.
Salah satu perajin batik modern adalah Gina Sutono. Melalui merek batik Gadis Bali, Gina menciptakan beragam motif dan warna batik yang lebih ekspresif dengan memasukkan karakter warna-warna alam.
Batik buatannya memang terkesan kuat dalam permainan warna. Ia tak segan menggunakan warna merah, ungu, biru, bahkan oranye pada kain batik buatannya. Sementara, motif-motifnya lebih banyak bermain dengan bentuk bunga-bungaan. "Tiap perajin batik pasti memiliki karakter tersendiri dalam membuat batik seperti ini. Sehingga, tidak akan sama hasil batik dari satu perajin dengan batik dari perajin lainnya," katanya.
Gina yang telah tiga tahun menjalankan bisnis batik ini memiliki bengkel pembuatan batik di Solo dan Bali. Dari dua bengkel batiknya itu, ia bisa memproduksi sebanyak 60.000 meter kain batik per bulan.
Harga jual batiknya berkisar Rp 90.000-Rp 120.000 per meter. "Harganya tergantung dari corak dan kerumitan perwarnaannya," ujarnya. Dari harga tersebut, ia mengantongi margin 20%.
Gina memang tak bersedia buka-bukaan secara pasti mengenai besarnya omzet batiknya. Tapi, menilik dari hasil produksinya, jika produksi itu terjual semua, Gina bisa meraup penghasilan minimal sekitar Rp 5,4 miliar per bulan.
Batik impresionisme buatan Gina tidak sepenuhnya melalui buatan tangan. Dalam proses pembuatan motif ia menggunakan proses cap. Sementara ketika proses pewarnaan, barulah menggunakan tangan.
Tak hanya laku di pasaran lokal, batik impresionisme Gina pun banyak dilirik oleh pecinta batik dari luar negeri. Jika tidak ada aral melintang, paruh kedua tahun ini Gina bakal mengekspor batiknya ke Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Rencananya, ia bakal mengirim 60.000 meter batik setiap empat bulan sekali.
Ia mengatakan, margin batik ekspor tidak setinggi penjualan batik di dalam negeri. Tapi, kuantitas pengiriman dan pengulangan order tiap kuartal bakal menutup tipisnya margin yang ia dapat.
Perajin batik modern asal Pekalongan, Suliro Agiyoso, menambahkan, penciptaan motif batik modern seperti ini tergantung dari kreativitas masing-masing perajin. Lantaran Suliro berasal dari Pekalongan, batik modernnya sedikit banyak terpengaruh motif khas daerah ini.
Suliro mempertahankan warna-warna batik yang cerah dengan perpaduan banyak warna. Sementara, motif batik buatannya tak hanya menggunakan motif-motif yang sudah begitu terkenal seperti parang, kawung ataupun sekar jagat.
Ia mampu menciptakan motif batik yang terinspirasi dari alam. Salah satunya motif sinar matahari.
Tak hanya batik cap dan batik cetak yang ia produksi. Suliro juga membuat batik tulis.
Berbeda dengan Gina, Suliro sudah menjual batiknya dalam bentuk pakaian jadi. Dalam sebulan Suliro bisa memproduksi 100 potong pakaian batik tulis.
Untuk batik cap kapasitas produksinya 600 potong per bulan. Sementara kapasitas produksi batik cetak sebanyak 250 potong per bulan.
Untuk batik tulis, harga jualnya Rp 85.000 per potong. Sementara, batik cetak harganya berkisar Rp 45.000 per potong dan sekitar Rp 65.000 per potong untuk batik cap. "Dari semua itu yang paling banyak laku adalah pakaian batik tulis," katanya.
Rata-rata tiap jenis batik buatannya mampu terjual sekitar 100 unit per bulan. Omzetnya sekitar Rp 20 juta per bulan. "Tapi, jika ada pesanan omzetnya bisa lebih besar dari itu," imbuhnya. Bulan lalu saja, Suliro mendapatkan pesanan sebanyak 600 potong pakaian batik cetak. Dari pesanan tersebut, ia mendapat omzet sebesar Rp 27 juta.
Omzetnya tersebut juga belum termasuk pemasukan dari penjualan ritel yang ia jalankan secara online melalui website.
Helmy Nor Amien, pemilik batik Prada Noer di Solo, bilang, tiap kota di Indonesia memang memiliki ketertarik-an tersendiri terhadap batik. Pada dasarnya, pasar Jakarta, Sumatra, dan luar negeri sudah lebih bisa menerima jenis batik modern yang penuh warna dan inovasi motif. "Sementara, seperti masyarakat Solo dan Yogyakarta masih lebih menyukai jenis batik yang tidak terlalu banyak keluar dari pakemnya," kata Helmy.
Masih sekitar 40% dari seluruh kapasitas produksi batiknya yang memasukkan unsur modern di dalamnya. "Tapi, prospek batik modern bagus karena bisa mengikuti perkembangan selera pasar," ujar Helmy.
Dari harga jual batiknya, Helmy menyasar kalangan menengah ke atas. Untuk harga pakaian batik tulis yang diproduksi Batik Prada Noer antara Rp 100.000-Rp 1 juta. Sementara, untuk batik prada yang berasal dari printing atau cap maksimal harganya Rp 500.000 per kain. Panjang kain antara 2,3 meter (m) sampai 2,5 m.
Ada pula Alis Widodo (32) yang menukik saat mendengar kata zat pewarna tekstil sintetis. Ia "antipati" terhadap zat warna itu karena membuat proses pewarnaan kain batik tidak ramah lingkungan. Akibatnya, pamor kesahajaan batik pun terus memudar hingga batik mulai sulit mendapat tempat di pasar internasional.
Pada awalnya pria yang tinggal di Dusun Kenteng, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo, DI Yogyakarta, ini tidak menganggap pewarna tekstil sintetis sebagai masalah. Selain harganya murah dan amat mudah digunakan, zat warna ini membuat batik juga terlihat semakin cemerlang.
"Belakangan saya baru sadar, ternyata di balik kecerahan warna kain batik modern, terdapat kekejaman terhadap alam yang luar biasa," tutur Widodo, yang sebelumnya bekerja membantu orangtua memasarkan produk tanah pertanian mereka.
Ia mengetahui kondisi tersebut pada akhir tahun 1990-an. Pada masa itu isu lingkungan hidup kerap menghiasi pemberitaan media massa. Salah satu yang paling santer adalah pencemaran sungai akibat proses pencelupan batik di sentra pembuatan kerajinan batik tradisional, seperti di Solo, Pekalongan, dan sejumlah kota besar lainnya di Jawa Tengah.
Membaca dan mendengar berita-berita itu, ia mengaku jengah. Selaku pencinta batik, ia tak rela kain warisan nenek moyang itu mendapat predikat buruk akibat tak ramah lingkungan.
"Tohokan terbesar saya rasakan pada tahun 1996. Ketika itu ada kabar Pemerintah Belanda menolak kehadiran batik. Alasannya, kain batik kita tak ramah lingkungan. Padahal, setahu saya, orang Belanda itu gandrung dengan batik kita," kata ayah satu anak ini.
Tindakan nyata
Mulai saat itulah ia berpikir harus melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan citra batik. Satu kunci sederhana adalah kain batik kembali diberi warna dengan menggunakan zat pewarna dari alam.
Langkah awal yang dia lakukan adalah mempelajari jenis-jenis pewarna batik alami. Ada tiga warna utama yang menjadi ciri khas dari batik yang berasal dari Keraton Yogyakarta, yakni sogan (coklat), biru, dan hitam.
Warna sogan belakangan diketahuinya berasal dari hasil rebusan kulit batang pohon mahoni. Sementara hitam adalah hasil perpaduan sogan dan biru. Lalu, bagaimana dengan warna biru?
"Pada awal tahun 2000 setelah membaca banyak buku, saya baru tahu kalau warna biru itu dihasilkan dari tanaman indigo atau dikenal sebagai daun tom," ceritanya.
Pada awal tahun 1800-an Pemerintah Hindia Belanda pernah mendirikan pabrik pewarna kain di Kulon Progo, tepatnya di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, dan Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah. Pewarna biru adalah komoditas utamanya. Sebagai bahan baku digunakan daun tom (indigofera tinctoria) yang banyak tumbuh di sekitar pabrik.
Proses pembelajarannya belum selesai. Selama dua tahun ia terus bereksperimen dengan daun tom agar bisa menghasilkan warna biru seperti yang diinginkan. Untuk itu, ia "berguru" pada cerita-cerita masyarakat yang sanak familinya pernah bekerja di pabrik pewarna kain.
"Warna biru itu diperoleh dari hasil fermentasi air rendaman daun tom yang mengalami oksidasi setelah dicampur kapur gamping," katanya.
Sukses menemukan kembali formula pasta warna biru, sekitar tahun 2003 dia mulai memproduksi batik warna alami. Ia mengambil kain-kain berpola yang sudah ditutupi dengan lilin malam di sekitar daerah Giriloyo, Imogiri, Bantul. Kain-kain itulah yang kemudian diwarnai dan dilorot (dihilangkan) lilin malamnya.
Proses ini tak kalah melelahkan. Agar mendapat warna biru gelap, misalnya, kain dicelupkan ke dalam pewarna hingga belasan kali. Demikian juga dengan penggunaan warna lain.
"Semua proses itu awalnya saya lakukan sendiri. Tak mudah mengajak orang yang mau bersusah-susah menghasilkan batik warna alami. Apalagi hasil pewarnaan alami tidak sebagus pewarna buatan. Banyak yang khawatir batik yang dihasilkan itu tidak laku," tuturnya.
Warna kusam
Kenyataan menghapus kekhawatiran itu. Batik alami banyak dicari orang, terutama turis asing. Warna kain batik yang kusam dan lembut justru menjadi daya tarik nostalgia bagi mereka. Widodo menangkap peluang ini.
Kerumitan proses dan kealamian warnanya telah membuat batik produksinya laris dengan harga tinggi. Selendang kain batik dengan bahan dasar sutra, misalnya, bisa laku dijual sekitar Rp 350.000 per potong.
Selain menjual kain batik, Widodo juga membuat pasta-pasta pewarna biru indigo. Pasta pewarna yang dia jual seharga Rp 40.000 per kilogram ini kemudian banyak dipesan desainer kain batik asal Ibu Kota dan pemilik-pemilik gerai batik yang tersebar di Kota Yogyakarta serta Solo. Dalam sebulan dia bisa menjual lebih dari 20 kilogram, baru dari pewarna biru indigo.
Sedikit demi sedikit Widodo lalu mengumpulkan modal untuk terus mengeksplorasi kekayaan warna kain alami. Daun mangga bisa diolahnya hingga menghasilkan warna hijau muda, sementara buah pinang akan menciptakan warna merah. Bahkan, kotoran sapi sekalipun bisa dia manfaatkan untuk mendapat warna kuning emas.
Widodo pun tidak lagi harus bekerja sendiri. Untuk memenuhi pesanan pasar yang terus berdatangan, dia merekrut pemuda di desanya sebagai tenaga pewarna batik. Dengan begitu dia bisa menularkan semangat menjaga kelestarian batik kepada generasi muda, selain berbagi rezeki dengan mereka.
Untuk tenaga khusus pewarna ada 1-2 orang yang membantunya, sedangkan untuk mencelup ada 15 orang. Tetapi, pada saat pesanan kain batik meningkat, seperti belakangan ini, dia akan menambah jumlah orang yang membantunya. Mereka yang bekerja sebagai pencelup mendapat upah Rp 15.000-Rp 20.000 untuk selembar kain.
Ketekunan dan kesetiaan Widodo dengan bahan-bahan pewarna alami membuatnya semakin dikenal. Maka, mulai tahun 2005 dia diminta membantu sosialisasi penggunaan pewarna alami oleh Paguyuban Pencinta Batik Indonesia "Sekar Jagad" Yogyakarta.
"Saya hanya berbagi pengalaman. Sekarang ini sudah banyak sentra kerajinan batik yang kembali memakai pewarna alami, seperti di Bantul, Gunung Kidul, kemudian juga di Tegal dan Semarang," ungkapnya senang.
Untuk memasarkan produknya, batik berpewarna alami, Widodo mengakui bahwa keterlibatannya dalam Paguyuban Pencinta Batik Indonesia "Sekar Jagad" Yogyakarta amat besar pengaruhnya.
"Paguyuban sering menggelar pameran-pameran. Saya ikutkan batik berpewarna alami itu dalam setiap pameran," katanya. Apalagi pameran pun semakin kerap digelar, terutama pascagempa yang melanda Yogyakarta, 27 Mei 2006. (fn/km/knt) www.suaramedia.com
Minggu, 12 Agustus 2012
|
By:
moNggodipunbukak.blogspot
lightning boLt
Pelari tercepat dunia, Usain Bolt, meraih medali emas ketiga di Olimpiade London dari nomor estafet 4x100 meter putra.
Tim estafet Jamaika bukan hanya meraih medali emas namun juga mencatat rekor dunia baru 36.84 dengan Bolt sebagai pelari terakhir dalam tim. Berita terkait
* Usain Bolt mengincar medali emas estafet
* Berbagai gaya Usain Bolt
* Warga Jamaika rayakan kemenangan Bolt
Suasana Stadion Olimpiade London bergemuruh ketika Bolt berlari untuk menyelesaikan 100 meter terakhir dan para penonton bersorak lebih keras ketika papan pengumuman memastikan pemecahan rekor dunia, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar, yang ikut menyaksikan lomba.
Adapun medali perak diraih Tim Amerika Serikat sedang perunggu oleh Trinidad dan Tobago.
Sejak Bolt masuk lintasan untuk pemanasan, sekitar 80.000 penonton di Stadion Olimpiade Stratford sudah memberikan sambutan. Dan pelari yang sudah mendapat medali emas untuk 100m dan 200m itu tampaknya menyadari perhatian khusus para penonton.
Dia berulang kali mengangkat tangan saat pemanasan untuk menanggapi sambutan penonton yang meriah.
Jamaika langsung memimpin tipis sejak awal lewat Nesta Carter and Michael Frater namun Yohan Blake di paruh ketiga yang tampak memberi landasan untuk Bolt yang kemudian mewujudkannya dengan rekor yang lebih tajam dari 37.04, yang mereka catat saat Kejuaraan Dunia 2011 di Daegu, Korea Selatan.
Liston Siregar
Gemuruh Stadion Olimpiade
Duduk di kursi barisan ujung paling atas di stadion berkapasitas 80.000 penonton tidak memberi pandangan yang jelas ke lintasan yang berada jauh di bawah. Apalagi jika tidak membawa teropong. Yang terlihat lebih sosok dari para atlet, dan Usain Bolt serta Mo Farah bisa dikenal karena wajah dan tubuh mereka sudah terkenal, apalagi selama Olimpiade.
Jadi jauh lebih jelas jika nonton di TV. Bahkan di stadion pun begitu para atlet mencapai garis finish atau menyelesaikan lompatan maupun lemparan lembing, maka para penonton yang berada di ujung atas melotot ke layar lebar untuk melihat ekspresi para pemenang.
Tapi suasana kemeriahan para penonton yang tidak mungkin dirasakan di TV. Mayoritas penonton yang warga Inggris tidak hanya mendukung atletnya. Hampir semua atlet yang bersiap-siap melompat mistar atau melempar lembing juga mendapat dorongan tepuk tangan walau tak ada atlet Inggris di dua nomor itu.
Tentu ketika Mo Farah turun, sorak sorai lebih meriah. Tapi ketika Usain Bolt muncul pun, gemuruh para penonton tak kalah kuatnya. Sebelum nonton langsung di Stadion Olimpiade, banyak berita yang memang mengatakan suasana penonton amat meriah.
Duduk di ujung paling atas, saya bisa merasakannya langsung, dan pandangan yang terbatas tidak menjadi masalah.
Sebelumnya pelari jarak jauh Inggris, Mo Farah, berhasil merebut medali emas kedua dalam 5.000 meter setelah pekan lalu meraih emas di 10.000 meter.
Mo Farah berada paling belakang pada saat awal lomba dan di bawah dukungan para penonton tuan rumah, dia kemudian berada di urutan empat dan lima pada tengah lomba.
Sekitar 600 meter menjelang finish, dia melaju ke peringkat pertama dan beberapa puluh meter menjelang finish, pelari Ethiopia, Dejen Gebremeskel, mempercepat lari dan melewati Thomas Longosiwa, yang saat itu berada di belakang Mo.
Namun akhirnya Mo yang lebih dulu mencapai garis finish dan Gebremeskel mendapat perak sementara Longosiwa meraih perunggu.
Dengan prestasinya ini, Mo Farah merupakan pelari ketujuh dunia yang berhasil menang di 5.000m dan 10.000m dalam satu Olimpiade.
Dua emas untuk Rusia
Nomor final lain yang digelar Sabtu 11 Agustus malam waktu setempat adalah lompat tinggi putri, lari 800m putri, estafet 4x400m putri, dan lempar lembing putra.
Di lompat tinggi, atlet Rusia Anna Chicherova meraih medali emas sedangkan perak direbut Brigetta Barret dari Amerika Serikat dan perunggu di tangan atlet Rusia lainnya, Svetlana Shkoliva
Itu merupakan medali emas yang kedua pada Sabtu malam bagi Rusia karena beberapa waktu sebelumnya Mariya Savinova sudah meraih medali emas untuk nomor 800m.
Pelari Afrika Selatan –yang sempat menghadapi masalah gender- Caster Semenya meraih medali perak dan tempat ketiga direbut oleh pelari Rusia lainnya, Ekaterina Poistogova.
Untuk estafet 4x400m putri, emas direbut Tim Amerika Serikat, perak oleh Rusia dan perunggu direbut Jamaika.
Di nomor lempar lembing, atlet Trinidad dan Tobago, Keshorn Walcott, yang baru berusia 19 tahun.
Walcott memimpin sejak babak pertama dengan lemparan sejauh 84.51m dan memperbaiki catatannya pada lemparan kedua menjadi 84,58m.
Medang perak direbut Oleksandr Pyatnytsya dari Ukraina disusul Atti Ruuskanen dari Finlandia yang meraih perunggu.
Pemegang medali emas lempar lembing di Olimpiade Beijing dan Athena, Andreas Thorkildsen dari Norwegia, berada di peringkat enam.
Tim estafet Jamaika bukan hanya meraih medali emas namun juga mencatat rekor dunia baru 36.84 dengan Bolt sebagai pelari terakhir dalam tim. Berita terkait
* Usain Bolt mengincar medali emas estafet
* Berbagai gaya Usain Bolt
* Warga Jamaika rayakan kemenangan Bolt
Suasana Stadion Olimpiade London bergemuruh ketika Bolt berlari untuk menyelesaikan 100 meter terakhir dan para penonton bersorak lebih keras ketika papan pengumuman memastikan pemecahan rekor dunia, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar, yang ikut menyaksikan lomba.
Adapun medali perak diraih Tim Amerika Serikat sedang perunggu oleh Trinidad dan Tobago.
Sejak Bolt masuk lintasan untuk pemanasan, sekitar 80.000 penonton di Stadion Olimpiade Stratford sudah memberikan sambutan. Dan pelari yang sudah mendapat medali emas untuk 100m dan 200m itu tampaknya menyadari perhatian khusus para penonton.
Dia berulang kali mengangkat tangan saat pemanasan untuk menanggapi sambutan penonton yang meriah.
Jamaika langsung memimpin tipis sejak awal lewat Nesta Carter and Michael Frater namun Yohan Blake di paruh ketiga yang tampak memberi landasan untuk Bolt yang kemudian mewujudkannya dengan rekor yang lebih tajam dari 37.04, yang mereka catat saat Kejuaraan Dunia 2011 di Daegu, Korea Selatan.
Liston Siregar
Gemuruh Stadion Olimpiade
Duduk di kursi barisan ujung paling atas di stadion berkapasitas 80.000 penonton tidak memberi pandangan yang jelas ke lintasan yang berada jauh di bawah. Apalagi jika tidak membawa teropong. Yang terlihat lebih sosok dari para atlet, dan Usain Bolt serta Mo Farah bisa dikenal karena wajah dan tubuh mereka sudah terkenal, apalagi selama Olimpiade.
Jadi jauh lebih jelas jika nonton di TV. Bahkan di stadion pun begitu para atlet mencapai garis finish atau menyelesaikan lompatan maupun lemparan lembing, maka para penonton yang berada di ujung atas melotot ke layar lebar untuk melihat ekspresi para pemenang.
Tapi suasana kemeriahan para penonton yang tidak mungkin dirasakan di TV. Mayoritas penonton yang warga Inggris tidak hanya mendukung atletnya. Hampir semua atlet yang bersiap-siap melompat mistar atau melempar lembing juga mendapat dorongan tepuk tangan walau tak ada atlet Inggris di dua nomor itu.
Tentu ketika Mo Farah turun, sorak sorai lebih meriah. Tapi ketika Usain Bolt muncul pun, gemuruh para penonton tak kalah kuatnya. Sebelum nonton langsung di Stadion Olimpiade, banyak berita yang memang mengatakan suasana penonton amat meriah.
Duduk di ujung paling atas, saya bisa merasakannya langsung, dan pandangan yang terbatas tidak menjadi masalah.
Sebelumnya pelari jarak jauh Inggris, Mo Farah, berhasil merebut medali emas kedua dalam 5.000 meter setelah pekan lalu meraih emas di 10.000 meter.
Mo Farah berada paling belakang pada saat awal lomba dan di bawah dukungan para penonton tuan rumah, dia kemudian berada di urutan empat dan lima pada tengah lomba.
Sekitar 600 meter menjelang finish, dia melaju ke peringkat pertama dan beberapa puluh meter menjelang finish, pelari Ethiopia, Dejen Gebremeskel, mempercepat lari dan melewati Thomas Longosiwa, yang saat itu berada di belakang Mo.
Namun akhirnya Mo yang lebih dulu mencapai garis finish dan Gebremeskel mendapat perak sementara Longosiwa meraih perunggu.
Dengan prestasinya ini, Mo Farah merupakan pelari ketujuh dunia yang berhasil menang di 5.000m dan 10.000m dalam satu Olimpiade.
Dua emas untuk Rusia
Nomor final lain yang digelar Sabtu 11 Agustus malam waktu setempat adalah lompat tinggi putri, lari 800m putri, estafet 4x400m putri, dan lempar lembing putra.
Di lompat tinggi, atlet Rusia Anna Chicherova meraih medali emas sedangkan perak direbut Brigetta Barret dari Amerika Serikat dan perunggu di tangan atlet Rusia lainnya, Svetlana Shkoliva
Itu merupakan medali emas yang kedua pada Sabtu malam bagi Rusia karena beberapa waktu sebelumnya Mariya Savinova sudah meraih medali emas untuk nomor 800m.
Pelari Afrika Selatan –yang sempat menghadapi masalah gender- Caster Semenya meraih medali perak dan tempat ketiga direbut oleh pelari Rusia lainnya, Ekaterina Poistogova.
Untuk estafet 4x400m putri, emas direbut Tim Amerika Serikat, perak oleh Rusia dan perunggu direbut Jamaika.
Di nomor lempar lembing, atlet Trinidad dan Tobago, Keshorn Walcott, yang baru berusia 19 tahun.
Walcott memimpin sejak babak pertama dengan lemparan sejauh 84.51m dan memperbaiki catatannya pada lemparan kedua menjadi 84,58m.
Medang perak direbut Oleksandr Pyatnytsya dari Ukraina disusul Atti Ruuskanen dari Finlandia yang meraih perunggu.
Pemegang medali emas lempar lembing di Olimpiade Beijing dan Athena, Andreas Thorkildsen dari Norwegia, berada di peringkat enam.
Sabtu, 11 Agustus 2012
|
By:
moNggodipunbukak.blogspot
my name is kan
Setelah Hidup Diperpanjang Lima Tahun
BelajarHari ini, Senin 6 Agustus 2012, genap lima tahun saya “hidup baru”. Allahu Akbar! Kalau teringat begitu parahnya kondisi badan saya lima tahun yang lalu, rasanya tidak terbayangkan saya masih bisa hidup hari ini. Allahu Akbar! Apalagi dengan kualitas hidup yang nyaris sempurna seperti sekarang ini. Allahu Akbar!
Sejak saya muntah darah tujuh tahun lalu, dan kemudian diketahui sepanjang saluran pencernaan saya sudah penuh dengan gelembung darah yang siap pecah (akan diikuti dengan muntah darah atau buang air darah), harapan hidup waktu itu hampir hilang.Harapan hidup itu lebih tipis lagi setelah diketahui bahwa limpa saya sudah membesar. Sudah tiga kali lipat lebih besar daripada limpa normal. Itu berarti limpa tersebut sudah siap meledak yang menjadi penyebab kematian kapan saja. Apalagi status hati saya yang terkena virus hepatitis B pun sudah meningkat menjadi sirosis, mengeras dan tidak berbentuk hati lagi.
Vonis bahwa umur saya maksimal tinggal enam bulan lagi harus saya terima setelah dipastikan bahwa hati saya sudah penuh dengan kanker. Ukuran kankernya pun sudah besar-besar. Sudah ada yang 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Bibit-bibit kanker lain masih puluhan jumlahnya.
Saya tidak akan lupa ucapan seorang dokter ahli di Singapura, yang sudah begitu pasrahnya. Terutama ketika saya mengeluh kesakitan setiap kali mengenakan sepatu. Kaki saya sudah bengkak begitu besarnya. Sepatu saya tidak muat lagi.
“Ya ganti sepatu saja!” ujar dokter yang pasiennya 80 persen orang dari Indonesia itu. Padahal, waktu itu saya mengharapkan jalan keluar bagaimana agar bengkak kaki saya itu bisa diatasi. “Tidak ada jalan lain. Ganti sepatu. Kalau bengkaknya sudah lebih besar lagi, ganti sepatu lagi!”
Saya tidak jengkel dengan ucapannya itu. Bahkan, saya tersenyum karena terasa ada lucunya. Itulah cara dokter memaksa saya untuk menjalani transplantasi. Tidak ada jalan lain lagi.
Hanya transplant yang bisa menyelamatkan. Itu pun tidak bisa transplant separo hati (diambilkan dari hati istri atau anak atau pendonor) karena seluruh hati saya sudah hancur.
Harus hati sepenuh hati yang berarti hanya bisa didapat dari orang yang meninggal. “Kalaupun itu bisa didapat dan kalaupun itu nanti sukses,” kata dokter tersebut, “paling hanya bisa menambah umur lima tahun.” Saya juga tidak akan lupa ucapan dokter itu berikutnya: “Tapi, tambah umur lima tahun kan lumayan. Waktu itu nanti umur Anda kan sudah 61 tahun. Sudah lebih pantas meninggal.”
Saya memang akrab dengan dokter itu sehingga sekeras apa pun ucapannya tidak membuat saya kecewa. Sang dokter juga tahu bahwa saya cukup intelek untuk menerima kata-kata yang meskipun bernada keras, tapi sangat ilmiah.
Mengapa hasil transplant itu hanya bisa memperpanjang umur lima tahun? Secara ilmiah, bisa diterangkan begini: virus hepatitis B dan sel-sel kanker hati saya itu, logikanya, sudah ikut beredar di darah.
Artinya, virus hepatitis B dan sel-sel kanker hati saya itu sudah berada di mana-mana. Ketika saya mendapatkan hati baru dan hati baru tersebut dilewati darah yang sudah membawa virus hepatitis B dan sel-sel kanker, virus dan sel-sel tersebut otomatis hinggap lagi di hati yang baru.
Lalu, virus hepatitisnya berkembang lagi, hati menjadi sirosis lagi, muntah darah lagi, bengkak lagi, dan kanker merajalela lagi.
Teori seperti itulah yang membuat tekad untuk melakukan transplant kadang mengendur. Untuk apa transplant. Mahal sekali dan belum tentu berhasil. Berhasil pun hanya untuk lima tahun. Pun, tambahan hidup lima tahun itu belum tentu bisa dinikmati. Bisa jadi, kualitas hidup pasca transplant tersebut adalah kualitas hidup yang sangat rendah: harus minum banyak obat, sering masuk rumah sakit, menyusahkan keluarga, dan menghabiskan banyak uang.
Tapi, orang hidup itu tidak boleh pesimistis. Tidak boleh putus asa.
La taiasu!
La tahzan!
Ingat ajaran agama: Berikhtiar itu bukan mubah, bukan sunnah, tetapi wajib! Jadilah saya memutuskan transplantasi hati.
Tapi, saya juga tidak terlalu berharap banyak. Takut kecewa. Orang yang tidak berharap banyak bisa lebih bahagia.
Termasuk, saya tidak membayangkan bahwa setelah transplant nanti saya bisa jalan-jalan jauh. Saya pikir, saya nanti bisa hidup, tapi dengan aktivitas yang terbatas. Kalau sebelum transplant saya putuskan membeli helikopter, antara lain untuk persiapan siapa tahu bisa membantu mobilitas saya.
Allahu Akbar!
Transplantasi hati saya berhasil. Kualitas hidup saya setelah transplant ternyata tidak selemah seperti yang saya bayangkan. Ternyata, saya bisa bekerja, bisa ke mana-mana dan bisa di mana-mana. Saya bisa berolahraga setiap hari selama 1,5 jam!
Bahkan, kalau Monas lagi hujan, saya bisa berolahraga dengan cara menaiki tangga darurat gedung-gedung pencakar langit milik BUMN di Jakarta: gedung Kementerian BUMN di dekat Monas, gedung Pertamina di dekat Masjid Istiqlal, gedung BTN di Harmoni, gedung Bank Mandiri di Jalan Gatot Subroto, gedung Bank Rakyat Indonesia di dekat Jembatan Semanggi, dan terakhir gedung Bank BNI di dekat patung Jenderal Sudirman. Tidak ada lagi gedung tinggi milik BUMN yang belum saya naik-turuni.
Rekor amatir saya: 16 menit naik, 12 menit turun!
Pada ulang tahun kelima Senin hari ini, tidak ada acara khusus karena ada dua kali sidang kabinet. Tapi, kemarin, sehari penuh, 1.000 penghafal Alquran (hufadz) berkumpul di Jakarta untuk khataman. Nanti sore istri saya yang pertama, kedua, ketiga, dan keempat yang, hehe…, semuanya bernama Nafsiah Sabri, mengundang kelompok pengajian ibu-ibu untuk berbuka bersama.
Selama empat tahun hidup baru, saya selalu berada di lokasi yang berbeda. Ketika baru setahun “hidup baru”, saya berada di Kashmir yang saat itu lagi amat tegang oleh perang saudara. Tahun kedua saya sudah diajak Bapak Presiden SBY ke USA, Meksiko, Peru, dan Brasil.
Saya agak waswas menempuh perjalanan begitu jauh dan berat saat itu. Tapi, ternyata tidak ada masalah yang besar.
Tahun ketiga saya ke Tiongkok untuk check-up total. Tahun keempat, tanpa disangka-sangka, saya menjadi CEO PLN dan mengundang 1.000 hufadz untuk khataman Alquran.
Allahu Akbar!
Hari ini, lima tahun terlewati dengan penuh berkah. Allah memberikan nikmat jauh melebihi dari yang saya gambarkan. Jauh sekali.
Semula, tidak lama setelah saya siuman dari pengaruh anestesi selama 13 jam, setelah saya menyadari bahwa operasi saya berhasil (meski masih untuk sementara), setelah saya mengucapkan rasa syukur, saya pun bertekad untuk tidak lagi mau mengurus perusahaan. Terutama karena selama dua tahun saya sakit toh perusahaan tetap berkembang.
Lalu, saya hanya ingin mau mengerjakan tiga hal saja: menjadi guru jurnalistik, menulis buku, dan kembali mengurus pesantren keluarga. Kebetulan, keluarga kami memiliki lebih dari 100 buah madrasah yang tergabung dalam Pesantren Sabilil Muttaqien, yang didirikan oleh seorang mursyid tarekat Syathariyah. Saya merasa bersalah karena selama itu saya terlalu sibuk “mencari duit” sehingga kurang ikut mengurus pesantren ini.
Sama sekali tidak membayangkan kalau suatu saat saya diminta oleh Bapak Presiden SBY untuk menjadi CEO PLN. Saya sudah merasa sangat bahagia kalau bisa menjadi guru jurnalistik, menulis buku, dan mengurus pesantren. Tidak ada bayangan sama sekali menjadi pejabat.
Saya pun sudah mencoba menolak mati-matian jabatan CEO PLN itu, tapi pada akhirnya ini: dengan memperpanjang umur saya, mungkin Allah punya kehendak lain yang harus saya kerjakan. Saya pun menerima takdir itu. Pun ketika kemudian harus menjadi menteri negara BUMN.
Toh saya masih tetap bisa mengajar jurnalistik, menulis buku, dan mengurus pesantren keluarga. Pekerjaan penting menjelang lima tahun “hidup baru” ini tentu harus saya lakukan: memeriksa apakah ada sel-sel kanker di badan saya, sisa-sisa kanker yang dulu.
Allahu Akbar!
Sejak saya muntah darah tujuh tahun lalu, dan kemudian diketahui sepanjang saluran pencernaan saya sudah penuh dengan gelembung darah yang siap pecah (akan diikuti dengan muntah darah atau buang air darah), harapan hidup waktu itu hampir hilang.Harapan hidup itu lebih tipis lagi setelah diketahui bahwa limpa saya sudah membesar. Sudah tiga kali lipat lebih besar daripada limpa normal. Itu berarti limpa tersebut sudah siap meledak yang menjadi penyebab kematian kapan saja. Apalagi status hati saya yang terkena virus hepatitis B pun sudah meningkat menjadi sirosis, mengeras dan tidak berbentuk hati lagi.
Vonis bahwa umur saya maksimal tinggal enam bulan lagi harus saya terima setelah dipastikan bahwa hati saya sudah penuh dengan kanker. Ukuran kankernya pun sudah besar-besar. Sudah ada yang 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Bibit-bibit kanker lain masih puluhan jumlahnya.
Saya tidak akan lupa ucapan seorang dokter ahli di Singapura, yang sudah begitu pasrahnya. Terutama ketika saya mengeluh kesakitan setiap kali mengenakan sepatu. Kaki saya sudah bengkak begitu besarnya. Sepatu saya tidak muat lagi.
“Ya ganti sepatu saja!” ujar dokter yang pasiennya 80 persen orang dari Indonesia itu. Padahal, waktu itu saya mengharapkan jalan keluar bagaimana agar bengkak kaki saya itu bisa diatasi. “Tidak ada jalan lain. Ganti sepatu. Kalau bengkaknya sudah lebih besar lagi, ganti sepatu lagi!”
Saya tidak jengkel dengan ucapannya itu. Bahkan, saya tersenyum karena terasa ada lucunya. Itulah cara dokter memaksa saya untuk menjalani transplantasi. Tidak ada jalan lain lagi.
Hanya transplant yang bisa menyelamatkan. Itu pun tidak bisa transplant separo hati (diambilkan dari hati istri atau anak atau pendonor) karena seluruh hati saya sudah hancur.
Harus hati sepenuh hati yang berarti hanya bisa didapat dari orang yang meninggal. “Kalaupun itu bisa didapat dan kalaupun itu nanti sukses,” kata dokter tersebut, “paling hanya bisa menambah umur lima tahun.” Saya juga tidak akan lupa ucapan dokter itu berikutnya: “Tapi, tambah umur lima tahun kan lumayan. Waktu itu nanti umur Anda kan sudah 61 tahun. Sudah lebih pantas meninggal.”
Saya memang akrab dengan dokter itu sehingga sekeras apa pun ucapannya tidak membuat saya kecewa. Sang dokter juga tahu bahwa saya cukup intelek untuk menerima kata-kata yang meskipun bernada keras, tapi sangat ilmiah.
Mengapa hasil transplant itu hanya bisa memperpanjang umur lima tahun? Secara ilmiah, bisa diterangkan begini: virus hepatitis B dan sel-sel kanker hati saya itu, logikanya, sudah ikut beredar di darah.
Artinya, virus hepatitis B dan sel-sel kanker hati saya itu sudah berada di mana-mana. Ketika saya mendapatkan hati baru dan hati baru tersebut dilewati darah yang sudah membawa virus hepatitis B dan sel-sel kanker, virus dan sel-sel tersebut otomatis hinggap lagi di hati yang baru.
Lalu, virus hepatitisnya berkembang lagi, hati menjadi sirosis lagi, muntah darah lagi, bengkak lagi, dan kanker merajalela lagi.
Teori seperti itulah yang membuat tekad untuk melakukan transplant kadang mengendur. Untuk apa transplant. Mahal sekali dan belum tentu berhasil. Berhasil pun hanya untuk lima tahun. Pun, tambahan hidup lima tahun itu belum tentu bisa dinikmati. Bisa jadi, kualitas hidup pasca transplant tersebut adalah kualitas hidup yang sangat rendah: harus minum banyak obat, sering masuk rumah sakit, menyusahkan keluarga, dan menghabiskan banyak uang.
Tapi, orang hidup itu tidak boleh pesimistis. Tidak boleh putus asa.
La taiasu!
La tahzan!
Ingat ajaran agama: Berikhtiar itu bukan mubah, bukan sunnah, tetapi wajib! Jadilah saya memutuskan transplantasi hati.
Tapi, saya juga tidak terlalu berharap banyak. Takut kecewa. Orang yang tidak berharap banyak bisa lebih bahagia.
Termasuk, saya tidak membayangkan bahwa setelah transplant nanti saya bisa jalan-jalan jauh. Saya pikir, saya nanti bisa hidup, tapi dengan aktivitas yang terbatas. Kalau sebelum transplant saya putuskan membeli helikopter, antara lain untuk persiapan siapa tahu bisa membantu mobilitas saya.
Allahu Akbar!
Transplantasi hati saya berhasil. Kualitas hidup saya setelah transplant ternyata tidak selemah seperti yang saya bayangkan. Ternyata, saya bisa bekerja, bisa ke mana-mana dan bisa di mana-mana. Saya bisa berolahraga setiap hari selama 1,5 jam!
Bahkan, kalau Monas lagi hujan, saya bisa berolahraga dengan cara menaiki tangga darurat gedung-gedung pencakar langit milik BUMN di Jakarta: gedung Kementerian BUMN di dekat Monas, gedung Pertamina di dekat Masjid Istiqlal, gedung BTN di Harmoni, gedung Bank Mandiri di Jalan Gatot Subroto, gedung Bank Rakyat Indonesia di dekat Jembatan Semanggi, dan terakhir gedung Bank BNI di dekat patung Jenderal Sudirman. Tidak ada lagi gedung tinggi milik BUMN yang belum saya naik-turuni.
Rekor amatir saya: 16 menit naik, 12 menit turun!
Pada ulang tahun kelima Senin hari ini, tidak ada acara khusus karena ada dua kali sidang kabinet. Tapi, kemarin, sehari penuh, 1.000 penghafal Alquran (hufadz) berkumpul di Jakarta untuk khataman. Nanti sore istri saya yang pertama, kedua, ketiga, dan keempat yang, hehe…, semuanya bernama Nafsiah Sabri, mengundang kelompok pengajian ibu-ibu untuk berbuka bersama.
Selama empat tahun hidup baru, saya selalu berada di lokasi yang berbeda. Ketika baru setahun “hidup baru”, saya berada di Kashmir yang saat itu lagi amat tegang oleh perang saudara. Tahun kedua saya sudah diajak Bapak Presiden SBY ke USA, Meksiko, Peru, dan Brasil.
Saya agak waswas menempuh perjalanan begitu jauh dan berat saat itu. Tapi, ternyata tidak ada masalah yang besar.
Tahun ketiga saya ke Tiongkok untuk check-up total. Tahun keempat, tanpa disangka-sangka, saya menjadi CEO PLN dan mengundang 1.000 hufadz untuk khataman Alquran.
Allahu Akbar!
Hari ini, lima tahun terlewati dengan penuh berkah. Allah memberikan nikmat jauh melebihi dari yang saya gambarkan. Jauh sekali.
Semula, tidak lama setelah saya siuman dari pengaruh anestesi selama 13 jam, setelah saya menyadari bahwa operasi saya berhasil (meski masih untuk sementara), setelah saya mengucapkan rasa syukur, saya pun bertekad untuk tidak lagi mau mengurus perusahaan. Terutama karena selama dua tahun saya sakit toh perusahaan tetap berkembang.
Lalu, saya hanya ingin mau mengerjakan tiga hal saja: menjadi guru jurnalistik, menulis buku, dan kembali mengurus pesantren keluarga. Kebetulan, keluarga kami memiliki lebih dari 100 buah madrasah yang tergabung dalam Pesantren Sabilil Muttaqien, yang didirikan oleh seorang mursyid tarekat Syathariyah. Saya merasa bersalah karena selama itu saya terlalu sibuk “mencari duit” sehingga kurang ikut mengurus pesantren ini.
Sama sekali tidak membayangkan kalau suatu saat saya diminta oleh Bapak Presiden SBY untuk menjadi CEO PLN. Saya sudah merasa sangat bahagia kalau bisa menjadi guru jurnalistik, menulis buku, dan mengurus pesantren. Tidak ada bayangan sama sekali menjadi pejabat.
Saya pun sudah mencoba menolak mati-matian jabatan CEO PLN itu, tapi pada akhirnya ini: dengan memperpanjang umur saya, mungkin Allah punya kehendak lain yang harus saya kerjakan. Saya pun menerima takdir itu. Pun ketika kemudian harus menjadi menteri negara BUMN.
Toh saya masih tetap bisa mengajar jurnalistik, menulis buku, dan mengurus pesantren keluarga. Pekerjaan penting menjelang lima tahun “hidup baru” ini tentu harus saya lakukan: memeriksa apakah ada sel-sel kanker di badan saya, sisa-sisa kanker yang dulu.
Allahu Akbar!
Langganan:
Komentar (Atom)